4 Kali Banjir dalam 3 Minggu, Warga Cipeucang Protes Longsoran Sampah TPA

2026-01-15 15:29:25
4 Kali Banjir dalam 3 Minggu, Warga Cipeucang Protes Longsoran Sampah TPA
TANGERANG SELATAN, - Warga yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, melaporkan bahwa banjir telah terjadi berulang kali dalam kurun waktu tiga minggu terakhir.Mereka menyebut kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena air bercampur lindi kembali masuk ke permukiman setiap hujan deras.Kristianto (45), warga sekaligus pemilik pabrik tempe yang tinggal tepat di belakang lokasi longsoran, mengatakan banjir sudah berulang kali melanda wilayah tersebut.“Ini sudah empat kali banjir dalam satu bulan ini. Kemarin dua kali,” ujar Kristianto saat ditemui Kompas.com, Kamis .Menurut dia, banjir hampir selalu datang ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.Baca juga: TPA Cipeucang Banjir dan Longsor, Warga Masih Bergelut dengan LumpurKondisi itu membuat warga semakin cemas karena banjir yang masuk ke rumah juga membawa lindi dari TPA Cipeucang.“Mendingan kalau sekali, ini dalam waktu sebulan, bahkan kurang dari sebulan, sudah empat kali banjir. Kemarin aja dua kali seminggu,” kata Kristianto.Ia menjelaskan, banjir pertama terjadi pada awal bulan, kemudian di minggu kedua, serta dua kali pada minggu ketiga.Banjir dua hari lalu, tepatnya Selasa , disebut sebagai yang terparah.Baca juga: Warga Cipeucang Diterjang Banjir akibat Sampah Longsor: Sudah Lapor, Cuma Bilang Sabar"Sempet surut pas hari Selasa itu terus saya beres-beres karena parah banget sepinggang tapi besokannya banjir susulan lagi sekitar lututlah," jelasnya.Kristianto menilai banjir serupa sangat mungkin kembali terjadi, mengingat kondisi TPA yang belum tertangani dan intensitas hujan yang masih tinggi.Selama 11 tahun tinggal di lokasi tersebut, ia mengaku belum pernah mengalami banjir seperti beberapa minggu terakhir.“Selama saya tinggal di sini 11 tahun, ya belum pernah. Ya, sepertinya belum pernah sama sekali,” ujarnya.Baca juga: PSEL Tangsel Dialihkan, Pemkot Akan Bebaskan Lahan Tambahan di TPA CipeucangKondisi serupa dialami Deni (53), warga lain yang tinggal di kawasan Cipeucang. Selama 16 tahun tinggal di sekitar TPA sebagai pemulung, ini merupakan banjir terparah yang pernah ia alami.Seperti Kristianto, Deni meyakini penyebab utamanya adalah longsoran sampah yang membuat aliran anak sungai menyempit. Menurut dia, lebarnya kini tinggal sekitar 50 sentimeter.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-15 14:37