Pekerja Migran Asal Bangkalan Meninggal Dunia di Malaysia, Jenazah Dipulangkan

2026-02-03 03:38:53
Pekerja Migran Asal Bangkalan Meninggal Dunia di Malaysia, Jenazah Dipulangkan
BANGKALAN, - Salah satu pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur meninggal dunia di Malaysia.Diduga, PMI tersebut mengalami sakit paru-paru hingga akhirnya meninggal dunia. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana mengatakan, PMI tersebut, yakni Siti Fatimah (49), asal Desa Sadah, Kecamatan Galis.Fatimah bekerja di Malaysia sejak tahun 2010 silam secara nonprosedural atau ilegal.Baca juga: Sri Wahyuni, Pekerja Migran Korban Kebakaran Apartemen di Hong Kong DimakamkanSaat di Malaysia, Fatimah bekerja sebagai buruh bangunan bersama PMI lain."Meski bekerja di luar negeri secara nonprosedural, kami tetap membantu pemulangan jenazah sampai ke pihak keluarga," ucapnya, Sabtu .Jemmi mengatakan, kematian Fatimah akibat penyakit paru-paru yang dideritanya sejak beberapa waktu terakhir.Kondisi Fatimah semakin buruk hingga meninggal dunia di Malaysia."Informasi yang kami terima, yang bersangkutan meninggal akibat penyakit paru-paru," kata dia.Baca juga: Pameran Foto Au Loim Fain di Surabaya, Ketika Anak-anak Pekerja Migran Jadi Cerita Tak TerucapPihak Disperinaker Bangkalan lalu berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Timur untuk membantu pemulangan Fatimah."Almarhumah diterbangkan dari Malaysia tadi pagi dan tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 09.00 dan langsung kami antar ke keluarga," ucap dia. Sekitar pukul 12.53, jenazah tiba di rumah duka dan diserahkan ke pihak keluarga, lalu segera dimakamkan.Jemmi mengatakan, kasus PMI ilegal yang bekerja puluhan tahun bukan kali ini saja terjadi.Namun, banyak masyarakat Bangkalan yang bekerja di luar negeri melalui jalur ilegal tersebut."Kami terus memberikan pembekalan informasi teknis pemberangkatan PMI prosedural, sekaligus membangun komitmen untuk bersinergi dalam mereduksi keberangkatan PMI nonprosedural, terutama langsung dari pengawasan perangkat desa," kata dia. Upaya itu dilakukan agar masyarakat bisa bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi, sehingga PMI bisa bekerja lebih aman di negara orang dan tetap terpantau serta terdata.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kamera belakang Honor 500 Pro juga lebih canggih, dengan konfigurasi kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optis 3x.Sementara Honor 500 reguler dibekali kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 12 MP yang sama tapi tanpa kamera telefoto.Baca juga: Honor X6b Plus Meluncur, HP Tahan Banting Harga Rp 1 JutaanSelebihnya, spesifikasi Honor 500 dan Honor 500 Pro di China sama. Keduanya kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Layar Honor 500 series diklaim punya bezel yang tipis, sekitar 1,05 mm. Layar ini juga mendukung pemindai sidik jari di bawah layar. Layar keduanya memiliki punch hole yang menampung kamera depan 50 MP.Honor Honor 500 dan Honor 500 Pro kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Untuk software, Honor 500 dan 500 Pro menjalankan sistem operasi Android 16 dilapisi antarmuka MagicOS 10.0Kedua perangkat mendukung Honor Phantom Engine. Honor mengeklaim ini memungkinkan pengalaman main game-nya bakal terasa lebih smooth dan responsif. Pasalnya, ponsel disebut dapat mempertahankan 120fps stabil dalam game MOBA populer, dengan frame rate rendah 1 persen mencapai 118,4fps dan diklaim memiliki tingkat jitter 0,00 persen.Baca juga: Honor MagicPad 3 Pro Resmi, Tablet Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5Kedua ponsel flagship Honor ini ditopang baetai jumbo sebesar 8.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat (fast charging) 80 watt via kabel, 27 watt reverse wired charging, dan 50 wall nirkabel (varian Pro saja).

| 2026-02-03 03:15