Puan Buka Masa Sidang, DPR Akan Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh

2026-01-12 05:06:38
Puan Buka Masa Sidang, DPR Akan Bahas Utang Kereta Cepat Whoosh
JAKARTA, - DPR disebut akan membahas penyelesaian utang dari proyek Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) Jakarta–Bandung atau Whoosh.Hal tersebut disampaikan Ketua DPR Puan Maharani dalam pidato rapat paripurna pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026, Selasa .Puan dalam pidatonya menjelaskan, polemik Whoosh menjadi salah satu persoalan yang berdampak langsung kepada masyarakat.Baca juga: Prabowo Tanggung Jawab soal Whoosh: PT KAI dan Semuanya Tak Usah KhawatirSelain polemik kereta cepat Jakarta-Bandung, Puan juga menyorot masalah lain seperti pengadaan bahan bakar minyak (BBM) hingga rencana penghapusan tunggakan iuran BPJS Kesehatan."Termasuk penyelesaian utang kereta cepat Whoosh Indonesia–Cina," kata Puan dalam pidatonya.DPR pada Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 akan menjalankan tugasnya sebagai lembaga yang memantau dan mengawasi kebijakan pemerintah.Menurutnya, setiap rekomendasi yang dihasilkan dari rapat kerja di DPR harus benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah."DPR RI dalam menjalankan fungsi check and balances terhadap kebijakan, program, dan pengelolaan anggaran pemerintah harus memiliki komitmen untuk menjalankan setiap rekomendasi yang dihasilkan dari rapat kerja DPR RI," tegas Puan.Baca juga: Prabowo Minta Utang Whoosh Tak Dipolitisasi: Ada Pihak yang Mau Timbulkan KeresahanTak lupa, Puan mengingatkan para anggota dewan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh demi memperjuangkan kepentingan rakyat."Kepada anggota dewan yang terhormat, kami menyampaikan selamat bekerja, menjalankan kedaulatan rakyat, dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.PT KCIC Kereta Cepat Whoosh. Pakar ekonomi dari Unair sebut pernyataan Jokowi tentang pembangunan kereta cepat Whoosh sebagai investasi sosial tidak bisa menjadi pembenaranPada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto meminta polemik utang Whoosh jangan dihitung dari untung dan rugi. Ia menyebut, keberadaan kereta cepat harus dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat.Menurutnya, semua sarana teknologi yang dihadirkan untuk kepentingan bersama adalah tanggung jawab pemerintah. Sebab, terdapat mekanisme public service obligation (PSO) di dalamnya."Jadi saya sekarang tanggung jawab Whoosh. Whoosh itu, semua pabrik transportasi di seluruh dunia, jangan dihitung untung rugi, hitung manfaat nggak untuk rakyat. Di seluruh dunia begitu, ini namanya public service obligation," kata Prabowo dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa .Baca juga: Bom Waktu Whoosh: KPK Harus Gerak Lebih CepatPrabowo juga meminta publik tidak usah ribut-ribut terkait polemik utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh. Ia menyatakan akan mengambil tanggung jawab perihal itu."Enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya," bebernya.Prabowo juga menegaskan, dirinya sudah menghitung permasalahan di Whoosh. Oleh karenanya, Kepala Negara meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) tidak usah khawatir.


(prf/ega)