WONOSOBO, – Di tengah banyaknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mati suri, BUMDes Kusuma Jaya di Desa Ngadikusuman, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, justru berkembang pesat dan menjadi contoh kemandirian ekonomi desa.Dalam lima tahun terakhir, BUMDes ini berhasil mengembangkan enam unit usaha aktif yang terus berinovasi dan memberi manfaat bagi warga.“Awalnya kami hanya punya satu-dua unit kecil, seperti layanan pembayaran dan depot air minum. Sekarang sudah ada enam unit yang berjalan,” ujar Direktur BUMDes Kusuma Jaya, Rozi Cahyadi, saat ditemui di lokasi pengembangan peternakan ayam, Kamis .Baca juga: Rugikan Negara Rp 257 Juta, Polisi Tetapkan Manager dan Bendahara Tersangka Dugaan Korupsi BUMDes Motong SumbawaEnam unit usaha yang dikelola BUMDes Kusuma Jaya meliputi ritel transaksi keuangan, depot air minum isi ulang, cucian kendaraan, pengelolaan aset desa seperti kolam dan gedung olahraga, PAM Desa, serta peternakan ayam Jawa Super (Joper) yang baru dikembangkan sebagai program ketahanan pangan desa.Menurut Rozi, capaian tersebut membutuhkan proses panjang.“Dari awal kami tidak berpikir soal honor. Amanah ini harus dijalankan dengan tanggung jawab lebih dulu,” ujarnya didampingi Direktur Keuangan, Saringat Oka.BUMDes Kusuma Jaya kini mengelola modal sekitar Rp 90 juta hasil akumulasi tahun-tahun sebelumnya.Tambahan Rp 186 juta dari anggaran ketahanan pangan desa tahun 2025 digunakan memperkuat sektor peternakan ayam dan revitalisasi jaringan PAM Desa senilai Rp 70 juta.Baca juga: Anggota DPRD Jateng: Banyak Bumdes yang Efektif, Tahu-tahu Ada Koperasi Merah Putih, Kan Tumpang TindihBUMDes ini mencatat tren pendapatan positif. Pada 2024, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) sudah mencapai puluhan juta rupiah.Unit PAM Desa menjadi penyumbang terbesar, melayani lebih dari 200 pelanggan rumah tangga. Pengelolaan air menggunakan water meter digital dan aplikasi penagihan otomatis, dengan tarif berjenjang Rp 500 sampai Rp 2.000 per meter kubik.“Model tarif ini bentuk subsidi silang. Kami ingin menjaga keadilan sekaligus keberlanjutan operasional,” jelas Rozi.BUMDes Kusuma Jaya terus berinovasi melalui budidaya ayam Jawa Super (Joper) dengan target produksi 2.000 ekor.Program ini menggunakan sistem kemitraan inti-plasma yang melibatkan warga sebagai mitra produksi.Langkah tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja di desa.“Prinsip kami sederhana, ekonomi desa harus berputar di desa. Dari desa, untuk desa, dan kembali ke masyarakat desa,” tutup Rozi.
(prf/ega)
Air Isi Ulang hingga Ayam Joper, Cerita BUMDes Kusuma Jaya Buktikan Desa Bisa Mandiri
2026-01-11 23:05:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:14
| 2026-01-11 23:05
| 2026-01-11 22:46
| 2026-01-11 21:51
| 2026-01-11 21:14










































