SUMENEP, - Sebelum pagi sepenuhnya terang, Moh. Gibran Imami Rahman (20) sudah harus berangkat untuk bekerja.Setiap hari, mahasiswa perantauan asal Kecamatan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ini memulai aktivitas lebih awal dari kebanyakan mahasiswa lain. Menuju gudang paket.Sejak setahun terakhir, Gibran membagi hidupnya antara kuliah dan bekerja sebagai kurir. Pukul 06.00 WIB, dia berusaha sudah berada di staging area gudang paket di Kecamatan Batuan.Baca juga: Jadi Kurir Paket, Hamdan Kerap Bantu Pelanggan supaya Tak Tertipu Pesanan PalsuDi sana, dia dengan cepat memilih dan memilah paket, menatanya rapi ke dalam boks kurir, lalu mengantarkannya satu per satu ke pelanggan.“Kalau jadi kurir memang harus pagi-pagi sekali, karena siangnya sudah ada jadwal kuliah,” kata Gibran memulai ceritanya kepada Kompas.com, Minggu .Gibran tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Informatika semester V di Universitas Wiraraja, angkatan 2023.Baca juga: Kisah Mahasiswa di Surabaya Kerja Sampingan Jadi Kurir Makanan demi Uang KuliahDalam sehari, dia bisa mengantarkan 50 hingga 60 paket. Saat harus membantu rekan kurir lain, jumlahnya bisa meningkat hingga 100 lebih paket.“Kalau tidak selesai, biasanya saya titipkan ke teman kurir atau ke kos teman, lalu saya lanjut lagi setelah kuliah,” tambahnya.Gibran mengakui, pilihan bekerja sambil kuliah membuat waktunya terasa sempit. Kesempatan berkumpul dengan teman-teman kampus menjadi sangat terbatas.“Sering ada ajakan nongkrong, tapi saya harus menolak karena masih ada paket yang harus diantar,” tutur Gibran.“Waktu mengerjakan tugas tidak sebebas mahasiswa lain. Saya harus benar-benar pintar membagi waktu,” tururnya lagi.Di tengah keterbatasan itu, Gibran beruntung tidak berjalan sendirian. Dua temannya, Jasuli (21) dan Sauqi (19), yang satu kelas dan satu jurusan, juga bekerja sebagai kurir. Ketiganya saling membantu saat tugas kuliah menumpuk.“Kalau ada tugas, kami saling support supaya bisa selesai tepat waktu,” ungkap Gibran.Selama setahun bekerja sebagai kurir, Gibran memilih merahasiakannya dari orangtua di Pulau Masalembu. Ibunya seorang ibu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja sebagai tenaga honorer.“Saya belum cerita ke orangtua. Takut mereka khawatir dan tidak mengizinkan saya bekerja,” ucapnya pelan.
(prf/ega)
Kuliah Sambil Jadi Kurir Paket, Gibran Harus Pandai Bagi Waktu dan Rendahkan Ego
2026-01-12 05:38:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:39
| 2026-01-12 04:58
| 2026-01-12 04:40
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 03:58










































