Beli HP dan PC Tahun Depan Menguras Kantong, Siap-siap Tekor

2026-01-11 03:06:31
Beli HP dan PC Tahun Depan Menguras Kantong, Siap-siap Tekor
Ringkasan: - Harga smartphone dan PC (komputer pribadi) diprediksi bakal lebih mahal pada 2026. Jadi, pengguna harus siap-siap tekor untuk merogoh kocek lebih dalam jika hendak membeli smartphone dan komputer atau PC pada tahun depan. Biang kerok kenaikan harga HP dan PC itu tak lain adalah komponen Random Access Memory (RAM) yang harganya kian mahal karena masalah kelangkaan akibat permintaan yang tinggi dari industri AI untuk melayani kebutuhan server dan data center.Baca juga: Siap-siap, Tahun Depan Harga HP Bakal Makin Mahal dan Cuma Dapat RAM KecilSejak beberapa bulan terakhir, harga RAM melambung secara global dan diprediksi akan tetap berlanjut hingga tahun depan, laporannya bisa dibaca di artikel ini. Kondisi ini membuat harga HP dan PC ikut naik dan akhirnya berimbas ke pengguna.Jangankan tahun depan, kenaikan harga ponsel akibat harga RAM mahal sudah bisa dilihat sejak akhir tahun ini. Misalnya, HP iQoo 15 yang rilis awal Desember 2025 ini di Indonesia, dibanderol Rp 13 juta untuk versi dasar 12/256 GB.Harganya terpantau naik dari pendahulunya iQoo 13 yang juga rilis di Indonesia pada akhir November 2024, seharga Rp 10 juta untuk konfigurasi RAM yang sama. Kenaikan harga iQoo 15 sekitar Rp 3 juta atau 30 persen dari harga iQoo 13.iQoo Indonesia iQoo 15 ditenagai chipset terbaru dan paling bertenaga dari Qualcomm, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Perangkat ini menjadi yang pertama di Indonesia memakai chip anyar tersebut.Keputusan menjual HP dengan harga yang lebih mahal juga diterapkan Xiaomi. Pada November kemarin, Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers mengumumkan langsung rencana menaikkan harga dari produk ponselnya.Ia mengatakan bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan. Karena kondisi ini, Weibing lantas memperingatkan pengguna atas kenaikan harga ponsel Xiaomi."Saya memperkirakan tekanan akan jauh lebih berat tahun depan dibanding tahun ini," kata Weibing, dikutip KompasTekno dari Reuters."Secara umum, konsumen mungkin akan mendapati kenaikan harga ecer produk yang cukup besar. Sebagian tekanan mungkin harus diatasi melalui kenaikan harga, walaupun cara ini saja tidak akan cukup untuk mengatasinya," jelas bos Xiaomi itu.Bukan kali ini saja, Oktober 2025 lalu Weibing juga memaparkan bahwa melonjaknya harga chip memori mendesak kenaikan harga smartphone. Pernyataan ini mencuat usai sejumlah konsumen mengaku kecewa dengan harga Redmi K90.GSM Arena Xiaomi Redmi K90 Pro Max membawa spesifikasi kelas atas. Ponsel andalan dari sub-merek Xiaomi itu dibanderol 2.599 yuan (sekitar Rp 6,1 juta) untuk versi dasarnya dengan RAM 12/256 GB. Harganya naik dari 2.499 yuan (sekitar Rp 5,8 juta) dibanding pendahulunya, Redmi K80 yang rilis November 2024 lalu.Walau memberikan peringatan kenaikan harga, Weibing tak merinci persentase lonjakan harga HP Xiaomi di tahun depan. Tak dirinci pula apakah lonjakan harga HP Xiaomi akan berlaku secara global termasuk Indonesia, atau hanya di pasar tertentu saja.Menaikkan harga ponsel merupakan salah satu strategi yang diterapkan produsen atau vendor. Selain itu, untuk tetap bisa bersaing di tengah kenaikan harga RAM, vendor diprediksi juga akan menerapkan strategi pemangkasan kapasitas RAM.Strategi mengorbankan spesifikasi ini terutama bakal diterapkan pada ponsel entry level dan mid-range yang cukup sensitif terhadap harga. Dengan pemangkasan RAM, harga jenis ponsel tersebut tahun depan bakal naik, tetapi tidak drastis sehingga tetap kompetitif.


(prf/ega)