- Kasus kematian MAHM (9), bocah yang ditemukan tewas di sebuah rumah mewah di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, Selasa , masih menyisakan misteri.Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), kepolisian menduga korban meninggal akibat pembunuhan, bukan perampokan seperti narasi yang sempat berkembang beberapa hari terakhir.MAHM diketahui merupakan putra bungsu dari Maman Suherman, anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon sekaligus pengusaha.Baca juga: Anak Dewan Pakar Tewas Dibunuh di Rumah Cilegon, PKS Kutuk Keras PelakuKasatreskrim Polres Cilegon, AKP Yoga, mengatakan pihaknya telah memeriksa delapan orang saksi terkait kasus kematian bocah 9 tahun tersebut. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.“Dugaan sementara untuk kasus ini itu dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit,” kata Yoga, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis .Ia menegaskan, laporan polisi (LP) yang dibuat Polres Cilegon juga telah mencantumkan dugaan pembunuhan.“Dari Polres Cilegon sudah membuat LP yang mencantumkan dugaan pembunuhan, jadi bukan perampokan,” ujar Yoga.Polisi memastikan tidak ada barang-barang berharga yang hilang dari rumah korban. Kepastian itu diperoleh setelah petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh dan meminta keterangan dari pemilik rumah.“Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang,” ungkap Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, melalui pesan WhatsApp kepada Kompas.com, Rabu .Fakta tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa peristiwa ini bukan merupakan aksi perampokan.Baca juga: Misteri Pembunuhan Anak Dewan Pakar PKS Cilegon, Polisi Ungkap Luka yang Dialami Korban Saat peristiwa tragis itu terjadi, di dalam rumah mewah tersebut hanya ada korban dan kakaknya. Sementara kedua orang tua mereka sedang tidak berada di rumah karena bekerja.“(Saat kejadian) berdua sama kakaknya, cuma ini kan kamarnya ada delapan, jadi masing-masing. Tinggal sama orang tuanya, karena ibunya bekerja juga, bapaknya juga pengusaha,” jelas Sigit.Namun, kamera CCTV yang terpasang di dalam rumah tidak dapat merekam kejadian tersebut karena dalam kondisi rusak.Menurut keterangan polisi, CCTV di rumah yang berada di Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, sudah tidak berfungsi selama sekitar dua pekan sebelum kejadian.Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB. Saat itu, Maman Suherman menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan, sebagaimana dilansir TribunBanten.com.
(prf/ega)
Tak Ada Barang Hilang, Polisi Duga Anak Politisi PKS di Cilegon Dibunuh, 8 Saksi Diperiksa
2026-01-12 05:20:19
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:34
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 03:07
| 2026-01-12 03:04










































