Australia Bikin 4 Lapis Keamanan untuk Larang Anak Main Medsos

2026-01-11 03:34:52
Australia Bikin 4 Lapis Keamanan untuk Larang Anak Main Medsos
CANBERRA, - Australia menerapkan empat lapis keamanan untuk melarang anak di bawah 16 tahun mengakses media sosial.Aturan yang berlaku mulai Rabu ini adalah yang pertama di dunia.Perusahaan teknologi besar seperti Instagram, TikTok, dan YouTube kini harus menerapkan berbagai lapisan keamanan guna memblokir akses pengguna usia dini.Baca juga: Australia Larang Anak Main Medsos Mulai Besok, Lebih dari 1 Juta Akun Bakal DihapusDikutip dari kantor berita AFP, berikut adalah empat lapis keamanan yang diterapkan Australia untuk melarang anak main medsos.Langkah pertama terdengar sederhana: Pengguna diminta memindai (scan) paspor, SIM, atau identitas resmi lainnya untuk membuktikan mereka berusia minimal 16 tahun.Namun, upaya ini menghadapi dua tantangan utama: Risiko penyalahgunaan identitas milik orangtua atau kakak, serta kekhawatiran akan privasi pengguna.Pemerintah Australia lalu menegaskan, platform tidak diizinkan mewajibkan pengguna menunjukkan dokumen identitas dari pemerintah, bahkan jika terjadi perselisihan terkait usia.Beberapa platform kini menggandeng layanan pihak ketiga untuk menangani verifikasi usia bagi pengguna sukarela ingin menyertakan identitas mereka.Sebagai contoh, pengguna Snapchat dapat memverifikasi usia melalui rekening bank Australia, atau menggunakan layanan verifikasi usia k-ID yang berbasis di Singapura."Dokumen yang Anda kirimkan hanya akan digunakan untuk memverifikasi usia Anda," ujar Snap, perusahaan induk Snapchat."Snap hanya akan mengumpulkan hasil 'ya/tidak' untuk mengetahui apakah seseorang sudah di atas ambang batas usia minimum," tambahnya.Baca juga: Scam Mulai Merambah Australia, Sasar WNI Pelamar Work-Holiday VisaThinkstock Ilustrasi selfieSelain dokumen identitas, pengguna juga dapat mengunggah swafoto untuk memverifikasi usia melalui AI (Akal Imitasi/Artificial Intelligence).Meta—induk dari Instagram dan Facebook—menggandeng startup asal London, Yoti, untuk menangani verifikasi usia lewat kartu identitas dan swafoto."Seiring waktu, algoritmanya menjadi sangat baik dalam melihat pola dan menentukan, 'wajah yang terlihat seperti berusia 17 atau 28 tahun'," jelas CEO Yoti, Robin Tombs.AI Yoti diklaim mampu memperkirakan usia seseorang hanya dalam waktu satu menit.


(prf/ega)