Cerita Roro, Siswi di Cimahi yang Pilih Panggil Damkar untuk Ambil Rapor Sekolah

2026-01-12 09:19:53
Cerita Roro, Siswi di Cimahi yang Pilih Panggil Damkar untuk Ambil Rapor Sekolah
CIMAHI, - Pagi yang mendung di SMK Negeri 1 Cimahi, Senin , suasana hati para murid seolah berdenyut pelan seperti napas yang ditahan.Lorong-lorong sekolah dipenuhi langkah kaki orangtua yang membersamai anak-anaknya untuk mengambil rapor.Ada yang berjalan mantap, ada pula yang canggung, seolah rapor adalah cermin jujur yang sebentar lagi memantulkan segala upaya dan kelalaian.Di antara lautan wajah orangtua itu, dua sosok berseragam merah menyala mencuri perhatian. Banyak mata yang tertuju pada dua pria berseragam ini. Baca juga: Saat Ayah di Jawa Timur Ambil Rapor, Antara Keterlibatan dan Kebiasaan BaruMereka bukan bagian dari drama akademik, bukan pula petugas upacara. Mereka adalah petugas pemadam kebakaran Kota Cimahi, hadir bukan untuk bertugas memadamkan api, melainkan mengurus sesuatu yang tak kalah panas: nilai dan masa depan.Biasanya, pria berseragam seperti mereka datang bersama sirene. Namun kali ini yang terdengar hanya panggilan wali kelas memanggil satu per satu nama dan desau bisik-bisik warga sekolah.Damkar, institusi yang identik dengan kebakaran dan evakuasi ular, mendadak menjadi perpanjangan tangan orangtua. Negara hadir dengan helm dan sepatu bot, duduk manis menunggu giliran nama yang mereka wakili untuk dipanggil.Baca juga: Gerakan Ayah Ambil Rapor, Guru di Kota Pasuruan Ucapkan Terima Kasih dan Siswa SenangYa, tugas Damkar kini tak lagi hitam-putih seperti memadamkan kebakaran. Tugas mereka melebar, merembes ke wilayah-wilayah yang dulu mungkin tak pernah terpikirkan: mengambil rapor.Dua petugas itu sabar menanti panggilan wali kelas. Kali ini, mereka mengambil peran sebagai “orangtua” dadakan bagi dua siswi kelas XI jurusan Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA) SMK Negeri 1 Cimahi.Tidak ada paksaan, tidak pula drama. Hanya kesediaan membantu, seolah itu memang bagian dari sumpah profesi yang tak tertulis.Salah satu siswi itu adalah Roro Delfina Widiantoro. Orangtuanya berhalangan hadir karena kesibukannya. Sementara rapor menunggu untuk diambil. Roro pun sempat bingung  harus bagaimana.Baca juga: Bapak-Bapak Ambil Rapor ke Sekolah, Anak Presentasikan Hasil Belajar“Kebetulan orangtua saya lagi ada kesibukan, saudara yang lain juga sama. Nah saya bingung mau minta tolong siapa, soalnya kan waktu kelas X itu ambil rapor sendiri,” ujar Roro saat ditemui, Senin .Kebingungan itu kemudian bertemu algoritma. Media sosial, dengan segala keajaibannya, menyodorkan solusi yang tak lazim.Roro dan temannya menonton video tentang Damkar di daerah lain yang bersedia membantu mengambilkan rapor.Dari layar ponselnya, lahirlah ide yang terdengar nekat, tapi ternyata masuk akal.


(prf/ega)