Bayar Rp 2 Juta untuk Suntik Penurun Berat Badan, Wanita Ini Langsung Muntah Darah

2026-01-12 02:40:56
Bayar Rp 2 Juta untuk Suntik Penurun Berat Badan, Wanita Ini Langsung Muntah Darah
- Seorang perempuan 28 tahun di Suzhou, Provinsi Jiangsu, China muntah darah tak lama setelah melakukan suntik penurun berat badan yang banyak beredar di media sosial.Dikutip dari SCMP, perempuan bermarga Chen itu mengaku melihat iklan suntikan penurun berat badan melalui unggahan temannya.Berdasarkan klaim temannya, setiap suntikan dapat menyebabkan penurunan berat badan setidaknya 3,5 kilogram.Tergiur dengan hasil itu, Chen kemudian membayar 900 yuan atau sekitar Rp 2,1 juta untuk paket perawatan lengkap, mencakup tiga suntikan.Baca juga: 12 Tahun Berpisah, Wanita Ini Nikahi Tentara yang Menyelamatkannya Saat Gempa 2008Ingin bermain aman, ia memutuskan untuk menyuntikkan setengah dosis dari yang disarankan karena belum pernah menggunakan produk semacam itu.Produk tersebut dioleskan di sekitar pusarnya. Setelah disuntik, Chen mengalami muntah, mual, dan kehilangan nafsu makan. Namun, ia tidak menganggapnya serius dan mengira sebagai efek samping obat atau bagian dari penurunan berat badan yang diharapkan."Dalam tiga hari pertama, berat badan saya turun hampir satu kilogram sehari. Totalnya, saya turun 5 kilogram hanya dalam empat hari," kata Chen.Baca juga: Pakai Topeng, Pegawai di China Kelabui Absen Wajah untuk Bantu Teman Bolos KerjaNamun, pada hari keempat, kondisinya memburuk drastis. Ia mengaku mulai muntah cairan berwarna hijau dan kuning. Di rumah sakit, dokter mengatakan ada luka bakar pada lapisan perutnya.Saat berbaring untuk menjalani elektrokardiogram, Chen tiba-tiba muntah darah. Saluran pencernaannya disebut sudah rusak dan berdarah."Saat itu, denyut nadi saya berhenti. Saya tidak menyadari apa pun, pengambilan darah, prosedur darurat, dan perawatan fibrilasi atrium," ujarnya."Saya baru mengetahuinya setelah sadar kembali. Pacar saya memberi tahu saya bahwa saya hampir menerima pemberitahuan kondisi kritis," lanjutnya.Setelah menjalani perawatan darurat, kondisinya terus membaik.Namun, saat keluar dari rumah sakit, dokter memperingatkan bahwa kerusakan tersebut belum sepenuhnya sembuh dan menyarankan agar menunggu setidaknya satu tahun sebelum mencoba untuk hamil.Baca juga: Mantan Bos BUMN China Dieksekusi Mati, Kasus Suap Rp 2,6 TriliunMenurut stasiun televisi pemerintah China, investigasi kemudian mengungkapkan bahwa suntikan penurun berat badan yang beredar secara luas adalah produk ilegal.Suntikan tersebut menggunakan lisensi produksi palsu dan diproduksi di bengkel kecil tanpa izin.Di sana, semaglutida yang diperoleh secara ilegal, obat resep yang terutama digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 dan untuk manajemen berat badan jangka panjang, dikemas ulang.Setiap suntikan dilaporkan hanya menelan biaya produksi 4 yuan atau sekitar Rp 9.500.


(prf/ega)