BANYUWANGI, - ASDP Indonesia Ferry mengurai strategi khusus jelang momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk.Yang mana puncak arus diprediksi terjadi pada 21-23 Desember pada periode mejelang Natal dan 28-29 Desember pada periode menjelang Tahun Baru.Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo menyebut pihaknya telah menyusun skenario pola operasi kapal dengan penyesuaian jumlah armada sesuai tingkat kepadatan penumpang.“Pada kondisi normal kami operasikan 28 kapal, saat padat 30 kapal, dan saat sangat padat hingga 32 kapal, serta penempatan buffer zone di Ketapang dan Gilimanuk,” kata Heru usai rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, Selasa .Baca juga: Jelang Nataru, Menteri Perhubungan Ingatkan soal Standar Keselamatan PenyeberanganRakor tersebut juga dihadiri Pemkab Banyuwangi, Ditlantas Polda Jatim, Dishub Provinsi Jatim, ASDP Ketapang, Kapolresta Banyuwangi, Danlanal Banyuwangi, Kapolres Jembrana, Dishub Jembrana, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), serta stakeholder terkait lainnya.Penyataan ASDP mendapat dukungan dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho yang memastikan skenario pengamanan telah disiapkan secara optimal di seluruh jalur transportasi.Ia memastikan pengamanan Nataru berjalan optimal mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, baik di jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, tempat ibadah, maupun kawasan wisata."Malam ini kami juga menyeberang ke Gilimanuk untuk meninjau langsung jalur darat menuju Bali,” ujarnya.Baca juga: Keliling Yogyakarta dengan Bus Jogja Heritage Track, Bisa Jadi Pilihan untuk Libur Nataru 2025/2026Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan mengatakan pemkab siap mendukung kelancaran arus Nataru baik dari Pulau Jawa menuju Bali dan NTB dan sebaliknya.“Sebagai daerah penyangga penyeberangan, kami telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda Banyuwangi dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran arus Nataru,” tutur Ipuk.Ipuk memaparkan Pemkab Banyuwangi menyiapkan buffer zone di Terminal Sritanjung dan kawasan Grand Watu Dodol untuk mengurai kepadatan.Termasuk lokasi parkir truk logistik agar tidak menumpuk di jalur pantura.“Kami juga akan menyiapkan posko layanan, fasilitas kesehatan, IGD, ambulans, serta bersinergi dengan Polresta, TNI, dan OPD terkait,” ujarnya.Baca juga: Jelang Nataru, Menteri Perhubungan Ingatkan soal Standar Keselamatan PenyeberanganPemkab Banyuwangi juga memperkuat pengamanan perlintasan sebidang kereta api, memasang rambu dan marka tambahan, melakukan edukasi masyarakat, serta berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, SAR, dan Pertamina terkait cuaca ekstrem dan ketersediaan BBM.“Tentunya kami ingin memastikan masa libur Nataru bisa dinikmati dengan aman, nyaman untuk semua masyarakat,” tandasnya.
(prf/ega)
Hadapi Lonjakan Kendaraan, ASDP Siapkan Pola Operasi Fleksibel di Jalur Ketapang-Gilimanuk
2026-01-12 04:43:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:04
| 2026-01-12 04:59
| 2026-01-12 04:40
| 2026-01-12 04:07
| 2026-01-12 02:45










































