Kronologi Dua Siswa SD di Kudus Diduga Jadi Target Percobaan Penculikan, Polisi Turun Tangan

2026-01-12 06:58:35
Kronologi Dua Siswa SD di Kudus Diduga Jadi Target Percobaan Penculikan, Polisi Turun Tangan
- Warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dihebohkan dengan kabar percobaan penculikan terhadap dua siswa sekolah dasar.Kedua siswa bernama A dan R itu merupakan murid kelas 3 di salah satu SD negeri di yang terletak di Kecamatan Kota Kudus.Keduanya dikabarkan menjadi target percobaan penculikan oleh orang tak dikenal ketika pulang sekolah pada hari yang berbeda.Kasus ini kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian, sementara pihak sekolah meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.Baca juga: Kasus Penculikan Bilqis, Masyarakat Adat Dalam Diduga Jadi Korban Penipuan Lintas ProvinsiPlt Kepala Sekolah, Ariyani Wijayanti, membenarkan adanya kabar percobaan penculikan terhadap dua siswanya itu.Ia menjelaskan, peristiwa pertama dialami A pada Selasa sekitar pukul 11.30, sedangkan kejadian kedua menimpa R pada Sabtu sekitar pukul 10.10 di pinggir jalan sekitar sekolah.Menurut Ariyani, modus pelaku adalah mendekati anak-anak yang pulang sekolah dengan berjalan kaki, terutama di lokasi yang cukup sepi setelah mereka keluar dari gerbang sekolah.Salah satu siswa bercerita bahwa orang tak dikenal itu menawarinya untuk diantar pulang dengan alasan disuruh oleh orangtua.Baca juga: Kronologi Penculikan Balita Bilqis, Hilang di Makassar hingga Ditemukan di JambiBaik A maupun R menolak ajakan tersebut dan memilih berjalan kaki.Namun, orang tak dikenal itu terus mengikuti hingga akhirnya berhenti setelah salah satu tetangga menyapa korban."Diajak pulang bareng katanya disuruh jemput Mama. Anaknya sudah tidak mau, jalan sendiri dikutin terus.""Lalu disapa tetangganya, habis itu tidak ngikuti lagi," terang Ariyani, Rabu .Atas kejadian tersebut, pihak sekolah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kota Kudus.Selain itu, pihak sekolah juga mengimbau orangtua agar menjemput anak-anak mereka saat jam pulang untuk menghindari kejadian serupa."Setelah kejadian itu, kami tingkatkan pengawasan di lingkungan sekolah. Untuk pengawasan di luar sekolah, dibutuhkan peran serta orangtua," ujar Ariyani.


(prf/ega)