Aksi Tolak UMP DKI: Ada Pengalihan Arus Sekitar Istana Negara

2026-02-03 05:01:28
Aksi Tolak UMP DKI: Ada Pengalihan Arus Sekitar Istana Negara
JAKARTA, - Polisi memastikan pengaturan lalu lintas terkait aksi unjuk rasa penolakan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta Rp5,7 juta di sekitar Istana Negara, Senin , dilakukan secara situasional.Rekayasa lalu lintas akan diterapkan menyesuaikan kondisi di lapangan, terutama jika kepadatan massa mulai mengganggu arus kendaraan.Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, pengalihan arus baru diberlakukan apabila ruas jalan di sekitar lokasi aksi tidak lagi dapat menampung volume kendaraan.Baca juga: SIM Keliling Jakarta Buka Hari Ini, Berikut Lokasi dan Tarif Resminya“Rekayasa lalu lintas untuk kegiatan hari ini bersifat situasional,” kata Komarudin, Senin ./Ridho Danu Prasetyo Ilustrasi demo.Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menghindari kawasan sekitar titik aksi, khususnya Jalan Medan Merdeka Selatan.Menurut Komarudin, potensi pengalihan arus berada di ruas Patung Kuda hingga simpang Kedutaan Besar Amerika Serikat.Pengendara yang hendak menuju Jalan Budi Kemuliaan dari arah Medan Merdeka Selatan disarankan melintas melalui Jalan Kebon Sirih.Baca juga: Puncak Arus Balik Tahun Baru Diprediksi 4 Januari 2026Sementara kendaraan dari arah Menteng Raya dan Kwitang akan diarahkan untuk memutar ke Jalan Medan Merdeka Timur atau Medan Merdeka Utara.“Untuk mengantisipasi kepadatan, arus dari Merdeka Selatan ke Budi Kemuliaan bisa dialihkan ke Kebon Sirih. Dari arah Tugu Tani juga bisa melingkar ke Merdeka Utara atau Timur,” kata Komarudin.Saat ini, sebanyak 1.500 personel Ditlantas Polda Metro Jaya masih disiagakan untuk pengamanan arus lalu lintas selama periode libur Natal dan Tahun Baru.Selain itu, sebanyak 380 personel tambahan disiapkan khusus untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi aksi unjuk rasa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-03 02:51