Imigrasi Ungkap Status 15 WNA China yang Diduga Menyerang Anggota TNI di Ketapang

2026-01-12 05:53:01
Imigrasi Ungkap Status 15 WNA China yang Diduga Menyerang Anggota TNI di Ketapang
KETAPANG, – Kantor Imigrasi Ketapang mengungkap status keimigrasian 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap warga sipil dan 5 anggota TNI.Dugaan penyerangan itu terjadi di area perusahaan tambang emas, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Kepala Seksi (Kasi) Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) Kantor Imigrasi Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, mengatakan mereka adalah pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).“Sebanyak 15 WNA itu adalah pemegang KITAS dengan sponsor PT SRM,” kata Ida Bagus saat dihubungi, Senin .Baca juga: Imigrasi Ketapang Soroti 15 WNA China yang Diduga Serang 5 Prajurit TNI di Tambang EmasKITAS merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan bagi WNA untuk tinggal sementara di Indonesia dengan tujuan tertentu.Seperti bekerja, menempuh pendidikan, berinvestasi, atau menikah dengan Warga Negara Indonesia (WNI).KITAS memberikan legalitas serta perlindungan hukum bagi WNA selama masa izin berlaku, yang umumnya berkisar 6 bulan hingga 2 tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan.Ida Bagus menjelaskan bahwa hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung di tingkat kepolisian.Namun, belum terdapat laporan resmi dari pihak PT SRM maupun pihak lain yang merasa dirugikan.“Saat ini Polres Ketapang dan Polsek Tumbang Titi masih mendalami kejadian tersebut. Informasi terakhir, belum ada laporan pengaduan yang masuk ke polsek,” jelas Ida Bagus.Diberitakan sebelumnya, penyerangan itu terjadi pada Minggu .Baca juga: 15 WN China Diduga Mengamuk dan Serang Prajurit TNI di Tambang Emas KetapangPenyerangan dialami oleh lima anggota TNI yang tengah melaksanakan kegiatan Latihan Dalam Satuan (LDS) di area PT SRM, serta satu petugas pengamanan sipil perusahaan.Dugaan sementara, insiden bermula ketika empat WNA China menerbangkan drone di kawasan tambang PT SRM.Saat aparat dan petugas keamanan berupaya mengejar serta meminta klarifikasi terkait penerbangan drone tersebut, sebelas WNA China lainnya datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam dan diduga langsung melakukan penyerangan.Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, mengatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendalami peristiwa tersebut.Baca juga: WNA China Wu Lili Ditapkan Tersangka usai Tabrak Dua Mahasiswi di Semarang“Sementara kami masih melakukan proses klarifikasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk menindaklanjuti pendataan terhadap WNA yang diduga melakukan penyerangan,” kata Harris saat dihubungi Kompas.com, Senin .“Sampai saat ini tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif,” tegas Harris.


(prf/ega)