SAMARINDA, – Kebakaran terjadi di kawasan Perumahan Guru, Jalan Abdul Wahab Syahrani, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Selasa sore.Tiga posko pemadam harus diterjunkan untuk menangani amukan si jago merah. Sekitar 1 jam, api baru bisa dipadamkan.Api diduga berasal dari pembakaran sampah daun bambu yang kemudian merambat ke bengkel yang terdapat tumpukan bemper mobil bekas.Menurut keterangan Erwin, seorang karyawan bengkel, api mulai muncul sekitar pukul 16.05 Wita.Awalnya, kata dia, warga membakar sedikit sampah di sudut lahan.Namun, tiupan angin kencang membuat api cepat menjalar ke tumpukan bemper mobil bekas yang mudah terbakar.Baca juga: Polisi Akan Bongkar Kuburan Anak 12 Tahun di Samarinda, Diduga Tewas Dianiaya Teman“Sebenarnya cuma bakar sampah daun bambu di pojok situ. Karena angin, api merambat ke tumpukan bemper, jadi besar dari situ,” ujar Erwin saat ditemui di lokasi.Ia menuturkan, sempat ada upaya pemadaman awal menggunakan mesin cuci motor, namun api telanjur membesar.Dalam waktu singkat, seluruh tumpukan barang bekas yang sebagian besar terbuat dari plastik ludes terbakar.“Sempat disemprot pakai mesin, tapi apinya sudah besar. Karena kering dan ada angin, cepat sekali merambat,” tambahnya.Baca juga: Pahlawan di Halaman Pelabuhan, Kisah Polisi Samarinda Jadi Guru Anak BuruhKepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda, Akhmad Supriyanto, mengatakan pihaknya menerjunkan tiga posko pemadam untuk menaklukkan api.“Kami kerahkan tiga posko—posko dua, tiga, dan sebelas. Dengan bantuan relawan, sekitar satu jam api bisa kami padamkan,” ujar Akhmad.Ia menyebutkan, lokasi kebakaran dipenuhi barang-barang bekas kendaraan seperti bemper, kap mobil, dan plastik.Bahan-bahan itu diduga mempercepat penyebaran api.“Pemicu kebakaran besar itu karena bahan di lokasi mudah terbakar. Untungnya bisa cepat dikendalikan,” katanya.Baca juga: Puluhan Mahasiswi di Samarinda Diduga Jadi Korban Modus Penipuan “Casting Model BerhijabTidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Petugas masih melakukan pendataan terkait kerugian material yang ditimbulkan.Akhmad juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di musim kemarau dengan kondisi angin kering.
(prf/ega)
Kebakaran 1 Jam di Perumahan Guru Samarinda, Tiga Posko Pemadam Diterjunkan
2026-01-12 06:57:35
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:16
| 2026-01-12 07:08
| 2026-01-12 07:01
| 2026-01-12 06:43
| 2026-01-12 04:39










































