7 Fakta Terbaru Banjir dan Longsor Sibolga: Korban Tewas, Rumah Rusak, dan Sinyal Lumpuh

2026-01-11 22:55:52
7 Fakta Terbaru Banjir dan Longsor Sibolga: Korban Tewas, Rumah Rusak, dan Sinyal Lumpuh
- Banjir dan longsor melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara sejak Senin malam.Peristiwa ini memicu rangkaian dampak yang meluas ke berbagai sektor. Bencana ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga merusak puluhan rumah, memutus jaringan listrik dan telekomunikasi, serta menghambat akses evakuasi di beberapa kecamatan. Data dari kepolisian, BPBD, PLN, dan pemerintah provinsi menunjukkan bahwa proses pencarian, penanganan darurat, dan pemulihan infrastruktur masih berlangsung hingga hari ini.Lantas, bagaimana perkembangan terbaru situasi di Sibolga? Berikut 7 fakta mengenai bencana banjir dan tanah longsor tersebut. Baca juga: BMKG Beri Peringatan 18 Wilayah Pesisir Berisiko Banjir Rob pada 20–30 November 2025Polisi mengonfirmasi lima warga tewas akibat longsor di enam titik. Data ini menjadi bagian dari update banjir dan longsor Sibolga terbaru yang terus bertambah seiring temuan baru di lapangan. "Bencana paling besar terjadi dengan enam titik longsor yang menyebabkan lima korban meninggal dan merusak sedikitnya 17 rumah dan empat warga masih dalam pencarian," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, dikutip dari Kompas.com, Rabu .Lebih lanjut, proses identifikasi korban masih dilakukan aparat.Ferry menambahkan, tim kepolisian langsung menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Ia menegaskan bahwa proses evakuasi berjalan non-stop untuk memastikan keselamatan warga dan membuka akses vital yang tertutup material longsor. Operasi penyisiran dilakukan dengan dukungan aparat gabungan dan relawan.Baca juga: Banjir Besar Melanda New York, Hujan Pecahkan Rekor 100 TahunBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mencatat empat kecamatan terdampak paling berat, yaitu Sibolga Utara, Selatan, Sambas, dan Kota. Peristiwa bermula pada Senin pukul 21.30 WIB, ketika hujan intensitas tinggi menyebabkan tanah labil dan banjir meluap ke wilayah pemukiman. Jalur utama yang menghubungkan antar-kecamatan ikut terputus.Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumut Sri Wahyuni, menyebut pendataan korban luka dan jumlah pengungsi masih berlangsung. 


(prf/ega)