JAKARTA, - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, melepas pengiriman bantuan dan ratusan anggota Korps Marinir untuk membantu korban banjir bandang Sumatera.Amran mengungkapkan, bantuan kali ini meliputi makanan siap saji, pakaian, kasur, dan kebutuhan mendasar lain yang disesuaikan dengan permintaan warga terdampak.Logistik itu sebelumnya diangkut menggunakan 70 truk ke Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara.“Kami kolaborasi dengan Angkatan Laut untuk mengirim barang ke Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat,” kata Amran di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa .Puluhan ton bantuan itu diangkut menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Makassar (590), kapal perang jenis amfibi milik TNI AL.Baca juga: Januari 2026, Kementan Mulai Cetak Sawah Terdampak Bencana Sumatera Sementara Kementerian Pertanian (Kementan) mengirim logistik, TNI AL mengirimkan 310 anggota Korps Marinir.Mereka sudah menggelar apel persiapan keberangkatan sejak pagi hari dan turut serta dalam misi pengirkman itu.KSAL Laksamana Muhammad Ali, menyebut pihaknya menerjunkan 310 prajurit dari satuan Korps Mariniri Angkatan Laut.Mereka dikirim untuk menjalankan misi pra-rekonstruksi dan pra rehabilitasi.“Jadi untuk pasukan Marinir ada 310, ini melaksanakan pra-rekonstruksi dan rehabilitasi. Persiapan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi terhadap mereka yang terdampak dari bencana alam,” jelas Ali.Baca juga: Kementan Bidik Proyek Pengembangan Hortikultura di Lahan Kering, Dukung Pelaksanaan MBGDiketahui, tiga provinsi di Sumatera yakni, Aceh, Sumbar, dan Sumut dilanda banjir bandang dan tanah longsor.Berdasarkan laporan BNPB jumlah korban meninggal per Sabtu mencapai 1.003 jiwa sementara 218 orang lainnya masih hilang.Bencana besar itu mengakibatkan ribuan rumah, fasilitas umum, infrastruktur, hingga kawasan peetanian dan perkebunan rusak.
(prf/ega)
Mentan-KSAL Kirim Bantuan dan 310 Marinir Bantu Korban Banjir Sumatera
2026-01-11 03:23:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:02
| 2026-01-11 03:54
| 2026-01-11 03:09
| 2026-01-11 02:26
| 2026-01-11 01:51










































