Kemdiktisaintek Kirim Rp 124,3 M untuk Bencana Sumatera, Rp 71 M buat Dosen dan Mahasiswa

2026-01-11 23:02:12
Kemdiktisaintek Kirim Rp 124,3 M untuk Bencana Sumatera, Rp 71 M buat Dosen dan Mahasiswa
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkapkan telah menyalurkan Rp 124,3 miliar untuk tanggap darurat bencana Sumatera yang terbagi dalam tiga program utama.Untuk program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebesar Rp 46,5 miliar, Penggalangan Dana Kemanusiaan berjumlah Rp 6,8 miliar, serta bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen terdampak sebanyak Rp 71 miliar."Pelaksanaan program tanggap darurat bencana dirancang agar bisa berjalan sesegera mungkin, namun tetap menjaga akuntabilitas," kata Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman melalui keterangan di Jakarta, Selasa , kepada Antara.Lebih detail, kata Fauzan, Pengabdian kepada Masyarakat merupakan program penugasan 28 perguruan tinggi di wilayah terdampak untuk menjadi posko dan 10 perguruan tinggi pendukung di luar Sumatera.Mereka berfokus pada pendataan kebutuhan, layanan kesehatan, pemulihan lingkungan, sanitasi, psikososial, logistik, dan penyediaan air bersih.Baca juga: Mendikdasmen Sebut Sekolah Terdampak Bencana Sumatera Tak Harus Selenggarakan TesProgram Penggalangan Dana Kemanusiaan melibatkan seluruh jajaran pegawai, Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan unit kerja di bawah Kemdiktisaintek.Donasi dikumpulkan melalui rekening resmi Diktisaintek Peduli, sesuai arahan Sekretaris Jenderal melalui surat nomor 3224/DST/A/AK.00.07/2025.Sementara itu program Bantuan Biaya Hidup Bagi Mahasiswa dan Dosen Terdampak menjangkau 15.833 mahasiswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP), 3.100 mahasiswa beasiswa ADik, dan 554 dosen terdampak. Setiap mahasiswa mendapat bantuan sebesar Rp 1.250.000 per bulan (selama tiga bulan). Adapun dosen menerima Rp 4.500.000 per bulan (untuk dua bulan).Ia menyebut peninjauan ke lokasi bencana penting untuk memastikan situasi dan kondisi agar respons bisa dilakukan dengan baik dan berlanjut program tahap berikutnya."Informasi yang dikumpulkan secara berkelanjutan dari kampus posko sangat membantu pelaksanaan program tanggap bencana agar lebih efisien dan tepat sasaran," ujar Fauzan Adziman.Kemdiktisaintek terus berkoordinasi intens setiap hari dengan LLDikti, kampus posko, dan kampus pendukung untuk memastikan respons cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.Baca juga: Pemerintah Akan Relaksasi Kebijakan TKA 2026 di Sumatera


(prf/ega)