5 Besar Merek HP di Indonesia Q3-2025 Versi Counterpoint, Samsung Teratas

2026-01-17 03:45:43
5 Besar Merek HP di Indonesia Q3-2025 Versi Counterpoint, Samsung Teratas
- Pasar smartphone Indonesia mencatat pertumbuhan positif sebesar 12 persen pada periode Juli hingga September 2025.Berdasarkan laporan yang dibagikan Counterpoint Research kepada KompasTekno, pasar ponsel di Indonesia pada kuartal III-2025 ini dipimpin oleh Samsung, disusul Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Infinix.Samsung tampil solid berkat performa kuat di segmen mid-range dan kontribusi besar dari seri entry-level Galaxy A07 yang hadir dalam beberapa varian memori.Model ini dinilai sangat kompetitif sehingga membantu Samsung mempertahankan pangsa pasar (market share) 20 persen.Baca juga: Counterpoint: Samsung Rajai Pasar HP Dunia Berkat Galaxy A dan Z Fold 7Xiaomi berada di posisi kedua dengan pangsa 17 persen, sedangkan Oppo menempati posisi ketiga dengan market share 16 persen.Di antara seluruh brand, Infinix menjadi yang paling mencolok dengan pertumbuhan paling cepat, yakni 45 persen YoY.Counterpoint menyebut performa ini ditopang strategi pemasaran yang agresif di komunitas gaming, serta meningkatnya popularitas Infinix Note dan Infinix Hot di kalangan pengguna muda.Dengan pangsa pasar 12 persen, Infinix kini mengukuhkan diri sebagai vendor terbesar kelima di Indonesia pada kuartal III-2025.Selengkapnya, berikut daftar 5 besar vendor HP di Indonesia kuartal III-2025 versi Counterpoint Research, beserta besaran market share-nya:Baca juga: Counterpoint: Pasar Smartphone Dunia Tumbuh pada Q3 2025, Samsung MemimpinSebelumnya, Counterpoint juga merilis laporan untuk pasar ponsel global di periode yang sama. Dalam laporan tersebut, Samsung juga menjadi menduduki posisi pertama.Galaxy A series yang menjadi lini entry-level hingga mid-range menjadi salah satu kontributor kuat, sebagaimana kondisi di pasar Indonesia.CNET ilustrasi smartphone 5GCounterpoint menekankan bahwa meski pasar ponsel Tanah Air tumbuh, perilaku belanja konsumen Indonesia masih berada dalam mode “berhati-hati”. Karena itu, ponsel di bawah 150 dollar AS (sekitar Rp 2,5 juta) masih mendominasi penjualan.“Pasar memang tumbuh, tetapi basket size konsumen masih kecil. Segmen entry-level dan menengah bawah tetap mendominasi penjualan,” ujar Ridwan Kusuma, Research Analyst Counterpoint dalam keterangan resminya kepada KompasTekno, Jumat .Baca juga: Gak Perlu Tiket VIP, Begini Settingan Pro Video Samsung S25 Ultra Buat Bikin Fancam KonserSementara itu, smartphone 5G semakin banyak dibeli konsumen Indonesia. Counterpoint mencatat 35 persen dari total pengiriman ponsel sepanjang Juli–Oktober 2025 sudah mendukung 5G, melanjutkan tren dari kuartal sebelumnya.“Dengan kata lain, satu dari setiap tiga ponsel yang dikirim ke Indonesia kini sudah 5G, meski adopsi jaringan belum merata di seluruh wilayah,” lanjut Ridwan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-17 01:19