- Gaya hidup kelas menengah sering kali dianggap ideal karena memberi rasa aman dan stabil secara finansial. Dengan penghasilan tetap, seseorang bisa menabung, membayar tagihan, bahkan merencanakan masa depan tanpa rasa cemas yang berlebihan.Namun, kestabilan ini tidak selalu bertahan lama jika tidak disertai kebiasaan keuangan yang bijak. Banyak orang kehilangan fondasi finansial yang telah dibangun susah payah bukan karena krisis besar, melainkan akibat kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus.Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa mengikis kemampuan menabung, memperbesar utang, dan membuat keuangan menjadi rapuh.Baca juga: 5 Kesalahan Keuangan yang Baru Disadari saat Sudah TerlambatDilansir dari New Trade U, Rabu , berikut empat kesalahan keuangan yang jika dibiarkan bisa diam-diam bisa membuat seseorang bangkrut.Kenaikan gaji sering diikuti dengan peningkatan gaya hidup. Begitu mendapat bonus, langsung membeli mobil baru, pindah ke apartemen lebih mewah, atau liburan ke luar negeri.Kebiasaan ini disebut lifestyle creep atau peningkatan pengeluaran seiring kenaikan pendapatan. Rasanya wajar: sudah bekerja keras, tentu ingin menikmati hasilnya. Namun, ketika pengeluaran naik seiring pendapatan, tabungan tak kunjung bertambah.Tanpa disadari, penghasilan habis setiap bulan tanpa sisa untuk dana darurat, tabungan pensiun, atau investasi. Gaya hidup terus naik, tapi stabilitas finansial justru menurun.Mengganti ponsel setiap tahun, membeli perabot dengan cicilan, atau liburan dengan kartu kredit bukan sekadar keputusan sesaat, tetapi kebiasaan yang menempatkan kepuasan hari ini di atas keamanan finansial masa depan.Baca juga: Catat, 3 Kesalahan Keuangan yang Wajib Dihindari Gen Z Menurut PakarKartu kredit seharusnya menjadi alat bantu, bukan sumber dana tambahan. Namun, banyak orang tergoda menggunakan kartu kredit untuk menutupi kekurangan uang tunai.Ketika tagihan datang, pembayaran minimum terasa ringan. Padahal, sebagian besar uang hanya menutup bunga, bukan pokok utang. Pembelian kecil yang terlihat sepele bisa berubah menjadi beban bertahun-tahun karena bunga terus menumpuk.Banyak orang berasumsi akan melunasi tagihan setelah gajian atau ketika kondisi membaik. Sayangnya, pengeluaran tak pernah berhenti, dan waktu “yang tepat” jarang datang.Masalah sebenarnya bukan satu transaksi besar, melainkan kebiasaan berulang yang mengubah kartu kredit menjadi perangkap utang.Setiap gesekan kartu kredit sama artinya dengan mengeluarkan uang sungguhan, dengan tambahan bunga yang bisa menghancurkan keuangan jika tak segera dilunasi.Baca juga: 3 Kesalahan Keuangan yang Harus Dihindari Gen Z Menurut Perencana KeuanganKurangnya literasi keuangan bisa berdampak besar. Tanpa memahami cara kerja bunga majemuk, pajak, anggaran, atau investasi, seseorang ibarat mengemudi tanpa arah.Banyak orang enggan belajar soal keuangan karena menganggapnya rumit dan membosankan. Mereka tidak mencatat pengeluaran, tidak menghitung kekayaan bersih, dan tidak memahami dasar-dasar investasi.
(prf/ega)
4 Kesalahan Keuangan yang Diam-diam Bisa Bikin Bangkrut
2026-01-12 05:52:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:18
| 2026-01-12 06:05
| 2026-01-12 05:56
| 2026-01-12 04:13










































