-Otoritas Jasa Keuangan menilai perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi menekan industri asuransi jiwa dan umum.Ekonomi Indonesia per kuartal III-2025 tumbuh 5,04 persen secara tahunan, melambat dibanding kuartal II yang tumbuh 5,12 persen.“Perlambatan pertumbuhan ekonomi per kuartal III-2025 berpotensi menahan kinerja premi asuransi, baik di segmen umum maupun jiwa, meskipun sektor keuangan tetap menunjukkan ketahanan,” ucap Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis .Baca juga: Dapat Pencerahan dari Ratu Maxima soal Financial Health, Bos OJK: Tepat untuk Kebutuhan IndonesiaOgi menyampaikan industri perasuransian dapat menjaga kinerja melalui diversifikasi produk, digitalisasi layanan, peningkatan kepercayaan konsumen, dan kepatuhan regulasi. Langkah tersebut dinilai relevan untuk menciptakan industri yang lebih sehat.Pendapatan premi asuransi jiwa tercatat Rp 132,85 triliun per kuartal III-2025. Nilainya terkontraksi 2,06 persen secara tahunan.Ogi menjelaskan pelemahan premi asuransi jiwa dipengaruhi dinamika pasar keuangan serta pergeseran minat masyarakat dari unitlink ke produk endowment dan proteksi murni yang pertumbuhannya lebih stabil.“Meski ada penyesuaian pada beberapa segmen, OJK memandang prospek industri asuransi jiwa hingga akhir tahun tetap positif. Dipicu beberapa indikator fundamental, seperti permodalan, likuiditas, dan kapasitas pembayaran klaim yang masih kuat,” tuturnya.Baca juga: Bertemu Dengan Bos OJK hingga Menko Perekonomian, Ratu Belanda Bahas Soal Inklusi Keuangan dan Kesehatan FinansialOJK juga mencatat pendapatan premi asuransi umum tumbuh 3,38 persen secara tahunan per kuartal III-2025. Ogi memperkirakan asuransi umum dapat menjaga pertumbuhan moderat hingga akhir tahun.Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul OJK: Perlambatan Ekonomi Hantam Premi Asuransi Jiwa & Umum
(prf/ega)
OJK: Perlambatan Ekonomi Mulai Tekan Premi Asuransi Jiwa dan Umum
2026-01-11 04:01:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:40
| 2026-01-11 03:18
| 2026-01-11 03:15
| 2026-01-11 02:41










































