- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S dan 93W di sekitar wilayah Indonesia.Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, Bibit Siklon Tropis 91S mulai terbentuk pada Minggu pukul 07.00 WIB di wilayah Samudera Hindia barat daya Lampung.Adapun berdasarkan analisis per Senin pukul 01.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon 91S terdeteksi di sekitar 5,0 derajat LS dan 93,3 derajat BT.“Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem sekitar 15 knot (28 km/jam), dengan tekanan minimum sekitar 1008 hPa,” kata Andri kepada Kompas.com, Senin.Baca juga: Bibit Siklon Tropis 93W Muncul Lagi, BMKG Rilis Wilayah yang Berisiko TerdampakAndri menjelaskan, pengamatan citra satelit dalam 24 jam terakhir menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konvektif di sekitar sistem, meski masih sporadis.Dalam enam jam terakhir, aktivitas itu justru mengalami penurunan, sehingga menunjukkan pola konvektif yang masih fluktuatif dan belum terorganisasi dengan baik.Analisis angin per lapisan juga menunjukkan bahwa pola sirkulasi siklonik belum sepenuhnya sejajar secara vertikal.Sirkulasi pada lapisan permukaan melebar ke timur, pada lapisan 850 hPa terlihat lebih rapi, sementara di lapisan 700 hPa pusat sirkulasi bergeser ke selatan dan cukup melebar.Pada lapisan 500 hPa, sirkulasi tidak terpantau dan cenderung berupa belokan angin. Di lapisan 200 hPa, angin kencang menunjukkan divergensi atas yang masih lemah."Bibit Siklon 91S didukung oleh aktifnya gelombang atmosfer low frequency dan MJO, suhu muka laut hangat (29–30 derajat Celsius), serta kelembapan tinggi," jelas Andri.Baca juga: BMKG Ingatkan 11 Wilayah Waspada Bibit Siklon Tropis pada Desember 2025Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93W mulai terbentuk pada 28 November 2025 pukul 19.00 WIB di wilayah Samudera Pasifik Utara, timur laut Pulau Papua.Andri menyampaikan, analisis pada 7 Desember 2025 menunjukkan, pusat sirkulasi 93W berada di sekitar 11,9 derajat LU dan 124,3 derajat BT, di Kepulauan Samar, Filipina, sebelah utara Sulawesi Utara.Kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 20 knot (37 km/jam) dengan tekanan minimum sekitar 1005 hPa.“Pengamatan citra satelit dalam enam jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif terutama di barat laut hingga utara sistem, namun wilayah deep convection dan dense overcast cenderung menurun dibandingkan 24 jam sebelumnya,” kata Andri.Pola sirkulasi siklonik terpantau dari lapisan permukaan hingga 700 hPa, namun pusat sirkulasi lapisan 700 hPa bergeser ke barat daya dari lapisan bawahnya.
(prf/ega)
Ada Bibit Siklon 91S dan 93W Lagi di Sekitar Indonesia, Berpotensi Jadi Siklon Tropis? Ini Kata BMKG
2026-01-12 04:55:47
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:49
| 2026-01-12 04:40
| 2026-01-12 04:39
| 2026-01-12 04:34
| 2026-01-12 02:57










































