- Potensi banjir di kawasan Bandung Raya diperkirakan semakin parah pada 2050 jika laju penurunan muka tanah terus dibiarkan tanpa penanganan serius. Hal tersebut dikatakan Ketua Prodi S-2 dan S-3 Teknik Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Gumilar saat memaparkan tingkat penurunan muka tanah di Bandung Raya.Ia menyampaikan, potensi banjir dapat diatasi selama penanganan risiko dilakukan secara lintas disiplin dan instansi.Menurut Irwan, penurunan muka tanah dan banjir membutuhkan kerja sama antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.“Bandung ini sudah kita amati sejak tahun 2000,” ujar Irwan saat acara CEO Summit di Innovation Park, Summarecon, Bandung, Jawa Barat, dikutip dari TribunJabar pada Senin .“Dengan teknologi geodesi, kita bisa melihat bahwa ada titik-titik tertentu di Kota Bandung yang mengalami kejadian penurunan muka tanah yang cukup signifikan,” tambahnya.Baca juga: Kondisi Cibeunying Cilacap Sebelum Longsor: Tanah Turun 2 Meter, Rekahan Capai 25 MeterIrwan menjelaskan, beberapa wilayah di kawasan Bandung Raya, seperti Bandung Timur dan Kabupaten Bandung, mengalami penurunan muka tanah secara signifikan.Penurunan tanah bisa mencapai 10 hingga 12 cm/tahun, bahkan lebih dari satu meter jika diakumulasikan dalam sepuluh tahun.Menurut Irwan, penurunan muka tanah di sejumlah titik terjadi secara berulang tanpa tanda-tanda perbaikan.Kondisi ini sebaiknya tidak dianggap remeh karena masyarakat akan merasakan dampaknya secara langsung.Baca juga: Jadwal Shalat untuk Wilayah Bandung 12 Desember 2025Beberapa infrastruktur, seperti jembatan, jalan, dan rumah mengalami kerusakan serius akibat permukaan tanah yang turun.Irwan menambahkan, jembatan bisa saja terlihat di posisi semula padahal tanah di sekitarnya sudah turun sehingga menimbulkan potensi bahaya.“Banyak rumah yang sekarang sudah tinggal setengah atau tiga perempat karena tanahnya turun. Ini jelas berdampak pada keselamatan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” ujar Irwan.“Ketika permukaan tanah turun, sistem aliran air alami terganggu. Air yang seharusnya mengalir ke satu arah justru tertahan atau berbalik sehingga memperparah genangan dan banjir di wilayah rendah,” tambahnya.Baca juga: Profil dan Kekayaan Wakil Wali Kota Bandung Erwin yang Jadi TersangkaIrwan menerangkan, pemantauan terhadap penurunan muka tanah dilakukan oleh Tim Geodesi dan Geomatika ITB.
(prf/ega)
Pakar ITB Sebut Banjir Bandung Raya Terancam Makin Parah pada 2050
2026-01-12 06:43:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:00
| 2026-01-12 06:58
| 2026-01-12 06:16
| 2026-01-12 04:59










































