Hari Ibu 22 Desember: Ini Sejarah Penetapan, Logo dan Tema 2025

2026-01-12 17:15:22
Hari Ibu 22 Desember: Ini Sejarah Penetapan, Logo dan Tema 2025
– Setiap 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu.Namun, peringatan ini bukan sekadar penghormatan kepada sosok ibu di ranah domestik, melainkan memiliki akar sejarah kuat dalam perjuangan perempuan Indonesia.Tanggal tersebut menandai momen bersejarah ketika perempuan Indonesia bersatu dalam Kongres Perempuan Indonesia I pada 1928 di Yogyakarta, yang terinspirasi oleh semangat Sumpah Pemuda yang baru saja diikrarkan.Berbeda dengan Mother’s Day di negara Barat yang merayakan kasih sayang ibu secara personal, Hari Ibu di Indonesia lahir dari semangat perjuangan, persatuan, dan kesetaraan.Bagaimana sejarah lengkap penetapannya? Apa makna logo dan tema Hari Ibu 2025? Simak penjelasan berikut:Baca juga: Sejarah Hari Ibu Internasional yang Diperingati di Bulan Mei- Kongres Perempuan Indonesia di Surabaya, 13 Desember 1930.Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta pada 22 Desember 1928 menjadi tonggak sejarah kebangkitan gerakan perempuan Indonesia, ketika paham kebangsaan dan persatuan berkembang melalui berbagai organisasi perempuan.Organisasi-organisasi tersebut membulatkan tekad untuk mendukung persatuan Indonesia dengan diilhami oleh semangat Sumpah Pemuda.Kongres ini diinisiasi oleh tujuh organisasi perempuan, yaitu Wanita Taman Siswa, Wanita Utomo, JIBDA, Jong Java bagian Wanita, Wanita Katolik, Aisyiyah, dan Putri Indonesia.Adapun organisasi laki-laki yang hadir antara lain Budi Utomo, Partai Nasional Indonesia Pimpinan Pusat, Pemuda Indonesia (Hoofd) Pimpinan Pusat, Partai Syarikat Islam (Yogyakarta), dan Jong Java (Yogyakarta).Kongres Perempuan Indonesia I dilaksanakan pada 22–25 Desember 1928 di Dalem Joyodipuran, Yogyakarta, dan diprakarsai oleh tiga tokoh perempuan, yakni R.A. Soekarno dari Wanita Utomo, Nyi Hajar Dewantara dari Wanita Taman Siswa, dan Sujatin dari Putri Indonesia.Salah satu hasil penting kongres ini adalah dibentuknya federasi baru bernama Perikatan Perempuan Indonesia (PPI).Kongres tersebut kemudian menjadi dasar penetapan Hari Ibu melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur.Baca juga: Mengenang 141 Tahun Dewi Sartika: Perjuangan dan Tantangan dalam Membangun Pendidikan Perempuan IndonesiaKemenPPPA Logo Peringatan Hari Ibu 2025. Hari Ibu ke-97 fokus pada peran perempuan pesisir. Bertema Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.Melansir laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), logo peringatan Hari Ibu 2025 menggambarkan semangat dan peran penting perempuan Indonesia dalam perjalanan bangsa.Berikut makna simbol yang terdapat dalam logo tersebut:Setangkai bunga melati melambangkan kasih sayang, kesucian, dan keikhlasan perempuan dalam mengabdi.


(prf/ega)