Bitcoin Anjlok Tajam, Peringatan The Fed Picu Kekhawatiran Crash Baru

2026-01-11 15:03:54
Bitcoin Anjlok Tajam, Peringatan The Fed Picu Kekhawatiran Crash Baru
- Harga bitcoin dan pasar kripto kembali anjlok tajam, memicu kekhawatiran baru mengenai kemungkinan crash.Bitcoin kini berada di kisaran 86.000 dollar AS per koin, turun dari level 126.000 dollar AS pada Oktober. Penurunan ini membawa bitcoin ke posisi terendah sejak April, ketika tarif perdagangan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump memicu kepanikan pasar.Sentimen pasar semakin negatif setelah muncul kekhawatiran soal potensi penjualan besar hingga 1 triliun dollar AS di pasar kripto.Baca juga: Harga Bitcoin Turun Lagi ke Level Terendah, Apa Sebabnya?Para pelaku pasar kini berusaha mengantisipasi langkah Federal Reserve (The Fed) setelah rilis data ketenagakerjaan yang tertunda menekan peluang pemangkasan suku bunga pada Desember.Sebelumnya, langkah ini diperkirakan dapat menopang aset berisiko seperti bitcoin.Dikutip dari Forbes, Jumat , kepala bisnis obligasi Vanguard, Sara Devereux, memperingatkan bahwa Federal Reserve kemungkinan hanya akan memangkas suku bunga satu atau dua kali lagi.Hal ini berlawanan dengan harapan pelaku pasar yang memperkirakan hingga empat kali pemangkasan tahun depan.“Terlalu banyak pemangkasan suku bunga telah diperhitungkan oleh pasar saat ini. Pasar terlalu bergantung pada itu. Mungkin hanya akan ada satu atau dua pemangkasan,” ujar Devereux.Ia menambahkan bahwa pada pertengahan tahun depan, The Fed dapat mencapai level suku bunga “netral”, di mana biaya pinjaman tidak mempercepat maupun memperlambat pertumbuhan ekonomi.Baca juga: Wall Street Anjlok, Kekhawatiran Inflasi dan Sikap The Fed Tekan Saham TeknologiHarga bitcoin semakin tertekan dan sempat mendekati 80.000 dollar AS per koin, level terendah sejak April. Penurunan ini menyeret pasar kripto lebih dalam karena investor beralih pada strategi risk-off.“Bitcoin berada di posisi paling berisiko dan terus melanjutkan tren penurunan yang dimulai sejak akhir Oktober. Jika pelaku pasar kehilangan kepercayaan pada saham teknologi, kripto akan semakin terpuruk,” ujar Dan Coatsworth, Head of Markets AJ Bell.Ia menambahkan ketidakpastian sikap The Fed semakin memperburuk kondisi.“Pesan yang saling bertentangan membuat investor sulit memprediksi langkah The Fed. Peluang tidak ada perubahan suku bunga pada Desember kini mencapai 67 persen, padahal sebulan lalu peluang pemangkasan seperempat poin mencapai 98 persen,” lanjutnya.Baca juga: Harga Emas Dunia Naik, Investor Antisipasi Pemangkasan Suku Bunga The FedData pekerjaan terbaru menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja di AS menembus ekspektasi pada September, menjadi yang tertinggi dalam lima bulan terakhir.“Pertumbuhan tenaga kerja di September melampaui proyeksi dan memberikan gambaran positif sebelum penutupan pemerintahan. Data ini menunjukkan penambahan 119.000 pekerjaan,” ujar Isaac Stell, Investment Manager Wealth Club.Data tersebut semula dijadwalkan rilis pada 3 Oktober, tetapi tertunda karena penutupan pemerintahan. Stell menyebut data ini akan menjadi satu-satunya rilis besar menjelang rapat Federal Reserve pada 9 Desember.Sebelumnya, risalah rapat The Fed menunjukkan adanya perbedaan pandangan apakah suku bunga perlu dipertahankan atau dipangkas.“Melihat sikap hati-hati The Fed pada risalah sebelumnya dan kuatnya data tenaga kerja, kemungkinan besar tidak akan ada perubahan. Jadi, tidak akan ada ‘kado Natal’ berupa pemangkasan suku bunga untuk konsumen AS,” ujar Stell.


(prf/ega)