Sektor Pertanian Sumbang 14,35 Persen dari PDB, Mentan: Penggerak Utama Ekonomi Rakyat

2026-01-16 16:13:58
Sektor Pertanian Sumbang 14,35 Persen dari PDB, Mentan: Penggerak Utama Ekonomi Rakyat
- Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan kembali menunjukkan peran penting sebagai pilar utama perekonomian nasional.Hal itu dibuktikan dengan kontribusi signifikan sebesar 14,35 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan III-2025.Capaian itu meningkat dari 13,83 persen pada triwulan sebelumnya, sekaligus menempatkan pertanian sebagai kontributor terbesar kedua setelah industri pengolahan. Hal ini menunjukkan ketahanan sektor ini di tengah tantangan ekonomi global.Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian kini bukan hanya penyedia pangan, tetapi juga penggerak utama ekonomi rakyat.“Kita tidak boleh hanya berpikir menanam dan panen. Pertanian harus memberi nilai tambah. Kita dorong hilirisasi dan ekspor agar petani menikmati hasil yang lebih besar,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu .Baca juga: BPS: Realisasi Investasi Kuartal III-2025 Naik 13,89 PersenBerdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Rabu , nilai PDB sektor pertanian pada triwulan III-2025 mencapai Rp 869,4 triliun (harga berlaku), naik dari Rp 822,6 triliun pada triwulan II-2025. Secara riil, sektor pertanian tumbuh 3,32 persen quarter to quarter (q-to-q) dan 4,93 persen year on year (yoy), dengan pertumbuhan kumulatif 5,37 persen cumulative to cumulative (c-to-c) dibandingkan periode yang sama 2024.Kinerja positif itu menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian mulai membuahkan hasil. Program modernisasi alat dan mesin pertanian, perbaikan irigasi, serta perluasan areal tanam turut menopang peningkatan output sektor ini.Secara spasial, pertumbuhan ekonomi daerah yang kuat di Sulawesi (5,84 persen), Jawa (5,17 persen), dan Sumatera (4,90 persen) juga menunjukkan peran besar wilayah-wilayah sentra pangan terhadap stabilitas ekonomi nasional.Baca juga: BPS: Rata-rata Harga Beras TurunDari sisi perdagangan luar negeri, ekspor barang dan jasa meningkat 9,91 persen (yoy).Hal tersebut sejalan dengan upaya hilirisasi pertanian dan peningkatan daya saing komoditas ekspor, seperti kelapa sawit, kopi, dan hasil hortikultura yang terus dikembangkan.Dengan kontribusi yang terus meningkat, sektor pertanian tidak hanya menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-16 14:18