BNPB Resmi Hentikan Operasi SAR Longsor Banjarnegara meski 11 Korban Belum Ditemukan, Ini Alasannya

2026-01-12 08:06:59
BNPB Resmi Hentikan Operasi SAR Longsor Banjarnegara meski 11 Korban Belum Ditemukan, Ini Alasannya
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi menghentikan operasi pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Selasa .Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu sore itu terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Situkung.Selama 10 hari, tim SAR gabungan melakukan pencarian tanpa henti, tetapi keberadaan 11 korban tetap belum ditemukan.Keputusan penghentian operasi pencarian akhirnya diambil untuk menjaga keselamatan petugas dan masyarakat di lokasi yang masih rawan longsor.Baca juga: Pencarian Korban Longsor Banjarnegara Resmi Ditutup, 11 Orang Belum DitemukanDilansir dari Kompas.tv, penutupan operasi SAR ini disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari."Setelah 10 hari upaya pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) dilakukan tanpa henti, operasi SAR terhadap korban longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, resmi dihentikan pada Selasa ," kata Abdul dalam keterangan tertulis, Selasa.Abdul Muhari juga menjelaskan alasan penghentian operasi SAR di hari ke-10 pencarian.Baca juga: Hari Ke-9 Longsor Banjarnegara, 16 Korban Hilang Masih DicariMenurutnya, hal diputuskan setelah mempertimbangkan sejumlah hal, salah satunya kondisi tanah."Kondisi di lapangan seperti tanah yang masih bergerak, cuaca tidak menentu, serta kedalaman dan luas timbunan material menimbulkan risiko keselamatan yang tinggi bagi petugas maupun masyarakat," ungkapnya."Pertimbangan ini menjadi dasar bahwa operasi SAR tidak dapat dilanjutkan tanpa mengorbankan keselamatan lebih banyak pihak,” ujarnya.Selama pencarian, petugas menghadapi jenazah yang tertimbun dalam kondisi material basah dan minim sirkulasi udara, sehingga proses identifikasi menjadi lebih sulit dan meningkatkan risiko kesehatan."Selama 10 hari pencarian, petugas menghadapi tantangan yang kompleks. Jenazah yang tertimbun dalam kondisi material basah dan minim sirkulasi udara mengalami kerusakan alami, sehingga memperberat proses identifikasi dan meningkatkan risiko kesehatan bagi petugas," jelasnya, seperti dilansir laman resmi BNPB.Abdul mengatakan, pencarian korban telah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan, mulai dari mengerahkan alat berat, hingga menggelar operasi modifikasi cuaca."Meski seluruh metode pencarian telah diterapkan, sebanyak 11 korban lainnya tidak berhasil ditemukan," ungkapnya.Dok. BNPB LONGSOR BANJARNEGARA: Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dan pertolongan terhadap para warga yang masih dinyatakan hilang atas bencana tanah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Rabu .Sebagian besar keluarga korban hadir dalam penutupan operasi SAR, yang diisi doa bersama dan tabur bunga di lokasi longsor.


(prf/ega)