Kapal Pengangkut Senjata Diserang Saudi, Separatis Tolak Mundur dari Yaman

2026-01-17 03:43:23
Kapal Pengangkut Senjata Diserang Saudi, Separatis Tolak Mundur dari Yaman
Kelompok separatis di Yaman bersumpah untuk mempertahankan dan memperkuat wilayah mereka dan menolak seruan dari koalisi pimpinan Saudi untuk mundur. Sikap itu dinyatakan beberapa jam setelah serangan menargetkan dugaan pengiriman senjata di pelabuhan yang berada di bawah kendali mereka."Tidak ada pemikiran tentang mundur. Tidak masuk akal bagi pemilik tanah untuk diminta meninggalkan tanahnya sendiri. Situasi ini mengharuskan untuk tetap tinggal dan memperkuat," kata Anwar Al-Tamimi, juru bicara Dewan Transisi Selatan (STC) separatis, dilansir AFP, Selasa (30/12/2025).Al-Tamimi menegaskan pihaknya masih dalam posisi bertahan. Dia menjamin akan memberikan timbal balik jika ada serangan terhadap kelompok mereka."Kami berada dalam posisi bertahan, dan setiap gerakan menuju pasukan kami akan ditanggapi oleh pasukan kami," tambahnya.Al-Tamimi menyebut Arab Saudi telah mengerahkan sekitar 20.000 pasukan keamanan di sepanjang perbatasannya yang berdekatan dengan posisi yang dikuasai oleh STC.Dalam beberapa pekan terakhir, separatis yang didukung UEA yang berupaya menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang sebelumnya merdeka telah meraih kemajuan teritorial yang besar dalam serangan kilat. Menurut para ahli, keberhasilan mereka telah mempermalukan Arab Saudi sebagai pendukung utama pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.Pada hari Selasa, Arab Saudi menyatakan kemajuan STC di Yaman sebagai ancaman terhadap keamanan kerajaan setelah melancarkan serangan udara yang menargetkan dugaan pengiriman senjata ke pelabuhan yang berada di bawah kendali STC.Juru bicara STC membantah bahwa peralatan tempur yang menjadi sasaran serangan tersebut adalah milik mereka."Kendaraan-kendaraan itu milik pasukan Emirat di Yaman sebagai bagian dari Koalisi Arab dan aliansi kontra-terorisme," kata Tamimi kepada AFP.Sebelumnya, Koalisi pimpinan Arab Saudi membombardir kota pelabuhan Mukalla di Yaman setelah dua kapal yang diduga membawa muatan senjata tiba dari Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA). Saudi mengatakan serangannya menargetkan sejumlah besar senjata dan kendaraan tempur yang diturunkan dari kapal-kapal itu.Juru bicara Pasukan Koalisi pimpinan Saudi, Brigjen Turki al-Maliki, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Selasa (30/12), mengatakan bahwa para awak kedua kapal itu kedapatan menonaktifkan sistem pelacakan dan menurunkan muatan senjata dan kendaraan tempur di pelabuhan Mukalla.Persenjataan dan kendaraan tempur itu dimaksudkan untuk mendukung para petempur dari kelompok separatis, Dewan Transisi Selatan (STC), yang ada di area Hadramout dan al-Mahrah di Yaman yang dilanda konflik berkepanjangan.Lihat juga Video 'Houthi Serang Israel dengan Drone':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-17 02:52