Influencer China Hilang Saat Temui Pacar di Kamboja

2026-01-12 12:26:54
Influencer China Hilang Saat Temui Pacar di Kamboja
PHNOM PENH, - Seorang kreator konten asal China hilang setelah bepergian ke Kamboja untuk bertemu kekasihnya.Influencer bernama Sister Orange itu dikenal luas di platform Douyin, versi TikTok di China, sebagai pembuat konten gaya hidup.Dikutip dari The Standard HK, Senin , Sister Orange menjalin hubungan asmara dengan pria asal Kamboja yang dikenal dengan nama julukan Brother Long.Baca juga: Marak Scam di Kamboja, Kenapa Malah Makin Banyak WNI ke Sana?Brother Long disebut-sebut mengelola hotel di Sihanoukville, kawasan yang dikenal sebagai pusat perjudian dan aktivitas penipuan siber atau online scam di Kamboja.Keluarga menyatakan, komunikasi terakhir dengan Sister Orange terjadi pada 12 November 2025. Saat itu, ia dijadwalkan kembali ke China.Sejak hari itu, baik Sister Orange maupun Brother Long tidak lagi bisa dihubungi. Ponsel keduanya juga dalam kondisi tidak aktif selama lebih dari 48 jam.Keberadaan sang kekasih di Sihanoukville menimbulkan tanda tanya, mengingat kota tersebut kerap dikaitkan dengan praktik ilegal dan dugaan perdagangan manusia.Kabar hilangnya Sister Orange pun menjadi sorotan publik di China. Sejumlah influencer, penggemar, dan anggota keluarga meluncurkan kampanye pencarian melalui media sosial Douyin dan Weibo.Baca juga: Bagaimana Awal Mula Kamboja Jadi Pusat Scam?AFP PHOTO/TANG CHHIN SOTHY Pemandangan umum menunjukkan bangunan perumahan dan komersial di kota pelabuhan Sihanoukville Kamboja pada 20 Februari 2020.Mereka juga menghubungi Kedutaan Besar China di Kamboja serta Kementerian Luar Negeri China untuk meminta bantuan dalam upaya pencarian.Selain itu, influencer yang mengenal Sister Orange turut menyebarkan pengumuman orang hilang dan menjalin kerja sama dengan organisasi penyelamat sipil.Langkah ini diambil untuk mempercepat pencarian lintas negara.Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai keberadaan Sister Orange maupun Brother Long.Pihak keluarga berharap Pemerintah China dan otoritas Kamboja dapat segera menemukan titik terang atas kasus ini.Baca juga: 106 WNI Ditangkap di Kamboja, 2 Gedung Diduga Jadi Markas ScamSumber: Kompas.com (Penulis: Danur Lambang Pristiandaru | Editor: Danur Lambang Pristiandaru)


(prf/ega)