Imbas Kasus Rumah Nenek Elina, Eri Cahyadi: Arek-arek Surabaya Jangan Terprovokasi

2026-01-12 05:29:59
Imbas Kasus Rumah Nenek Elina, Eri Cahyadi: Arek-arek Surabaya Jangan Terprovokasi
SURABAYA, - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengajak para pemuda dari berbagai suku untuk melawan praktik premanisme, yang berpotensi memecah kerukunan.Eri mengimbau, agar para pemuda tidak terprovokasi dengan isu yang mengaitkan dengan suku tertentu.Menurutnya, hal tersebut bisa memecah kerukunan di Surabaya.“Maka arek-arek Surabaya jangan pernah terprovokasi. Jangan pernah arek Surabaya diadu,” kata Eri, di Kota Lama Surabaya, Selasa .Baca juga: Kasus Rumah Nenek Elina, Polda Jatim Buka Peluang Tersangka BaruOleh karena itu, Eri bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Surabaya deklarasikan Sumpah 100 Persen Arek Suroboyo, untuk menolak diskriminasi suku, agama, ras dan golongan.“Maka saya minta anak-anak Surabaya, tolong jaga Kota Surabaya dengan keberanian, tapi dengan sifat yang beradab dan santun sesuai aturan,” ucapnya.“Surabaya ketika terjadi hal seperti itu (diskriminasi) tidak boleh diam. Surabaya harus tegas berani menentukan,” tambahnya.Baca juga: Dugaan Keterlibatan Ormas Madas dalam Kekerasan Terhadap Nenek Elina, Ini Kata Polda JatimEri menyebut, kasus yang menimpa Nenek Elina Widjajanti (80) bisa menjadi pelajaran ke depannya.Sebab, perkara itu merembet hingga memicu memicu diskriminasi salah satu suku.Menurutnya, perkara dugaan pengusiran Nenek Elina tersebut seharusnya mengikuti hukum yang sudah ditetapkan.Bukan menggunakan kekerasan ataupun keinginan individu.Baca juga: Jadi Tersangka Perobohan Rumah Nenek Elina, Anggota Ormas Madas M Yasin Diburu Polda JatimOleh karena itu, Eri bakal membentuk Satgas Anti Premanisme untuk mengantisipasi kejadian serupa.Kelompok itu akan diisi oleh, TNI, Polri, kejaksaan dan pemimpin suku.“Maka, hari ini tidak ada lagi premanisme di Kota Surabaya. Kita harus berani melawan premanisme. Kita harus satu, tapi dengan sisi hukum yang berjalan,” jelasnya.Eri juga berencana, untuk mengumpulkan seluruh ormas di Balai Kota Surabaya, pada Rabu besok. Guna memperkenalkan Satgas Anti Premanisme tersebut."Tanggal 31 Desember kita akan mengumpulkan semua ormas dan semua suku yang ada di Kota Surabaya untuk memastikan bahwa telah ada Satgas Anti-Premanisme," tutupnya.


(prf/ega)