Tambang di Kaki Gunung Slamet Diprotes Warga, Gubernur Luthfi: Kantongi Izin, Tak Melanggar...

2026-01-11 03:33:52
Tambang di Kaki Gunung Slamet Diprotes Warga, Gubernur Luthfi: Kantongi Izin, Tak Melanggar...
SEMARANG, – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menanggapi penolakan masyarakat terhadap kegiatan penambangan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.Ia menegaskan bahwa aktivitas penambangan di wilayah tersebut telah mendapatkan izin, sehingga tidak perlu ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.“Prinsip selama itu tidak melanggar terkait dengan mineral batuan kita (tidak masalah), sekarang kalau melanggar ya kita tertibkan,” ujar Luthfi saat ditemui di Stadion Jatidiri Semarang pada Kamis .Baca juga: Tambang di Kaki Gunung Slamet Diprotes Warga, Dinas ESDM Jateng Tak Bisa Langsung MenutupSelain penambangan pasir dan batu di Desa Gandatapa, perhatian publik juga tertuju pada tambang batu granit di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng.Luthfi menyatakan bahwa Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menutup sementara penambangan batu granit yang berada di kaki Gunung Slamet hingga pengelola memperbaiki kaidah penambangannya.“Tetapi itu sudah ditindaklanjuti oleh Pemprov kita dan sudah dihentikan. Kan banyak yang viral. Makanya saya minta tolong kalau viral itu cek re-cek final cek terkait dengan kebenaran suatu berita. Jangan sampai nanti saya mengucapkan terima kasih kalau ada beberapa yang memviralkan (tanpa re-check) dan kita akan menindaklanjuti (temuan) dengan benar,” tegasnya.KOMPAS.COM/TANGKAPAN LAYAR AKUN INSTAGRAM SAHABAT RIMBA INDONESIA Tangkapan layar kegiatan penambangan pasir dan batu di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.Sebelumnya, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengeluhkan persoalan dua titik tambang di wilayahnya—Baseh, Kedungbanteng dan Tapa, Baturaden—yang terus diprotes warga meski sebagian sudah berizin.Keluhan tersebut disampaikan langsung kepada Gubernur Luthfi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Semarang pada Senin .Sadewo mengungkapkan bahwa penambangan batu granit di Baseh, Kedungbanteng masih menjadi sorotan publik.Ia mengeklaim telah berkoordinasi dengan pegiat lingkungan dan Dinas ESDM Provinsi untuk menghentikan sementara aktivitas tambang.“Kami dan ESDM Provinsi sudah membuat memasang banner di situ ‘ditutup sementara’, jujur atas usulan saya. Karena kalau langsung ditutup, pasti penambangnya akan lari,” tutur Sadewo.Ia juga menyoroti penambangan pasir dan tanah di Gandatapa yang meskipun sudah mengantongi izin, tetap ditolak oleh warga.KOMPAS.COM/DOK PEMKAB Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat acara Forum Investasi Banyumas 2025, Selasa .“Penambangan pasir dan tanah di daerah Tapa, ini juga bermasalah Pak. Kalau perizinan ada semua, bermasalah dengan masyarakat, didemo juga,” katanya.Sadewo mengaku kesulitan menghadapi protes warga karena izin galian C ditangani provinsi melalui ESDM.“Ini yang pusing kami Pak Gub karena izin tambang galian C itu ada di ESDM Provinsi,” ujarnya.Isu ini semakin mencuat setelah sebuah video yang menampilkan aktivitas penambangan di Desa Gandatapa viral di media sosial.Baca juga: Video Tambang di Lereng Gunung Slamet Viral, ESDM: Berizin di Tanah Milik WargaDalam video berdurasi 20 detik tersebut, terlihat galian tambang yang cukup dalam di area yang disebut berada di selatan lereng Gunung Slamet.Salah satu unggahan menyertakan tulisan, "Ini bukan di luar Pulau Jawa, ini ada di Jawa Tengah! Tepatnya di selatan lereng Gunung Slamet, di Desa Gandatapa, Sumbang, Banyumas, tanah digali terus-menerus meninggalkan sebuah luka untuk alam".“MARI KITA SERUKAN! Tolak semua tambang di kawasan Lereng Gunung Slamet! #SaveSlamet,” lanjut keterangan dalam unggahan tersebut.


(prf/ega)