JAKARTA, - Penjabat (Pj) Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa, membuka peluang rekonsiliasi dengan menawarkan pertemuan kepada Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-34 Yahya Cholil Staquf.Zulfa mengatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dan menawarkan pertemuan dengan Gus Yahya, walakin waktu serta tempatnya belum ditentukan.“Saya sudah menawarkan pertemuan, tapi beliau sedang mempertimbangkan dan kemudian tentunya ada hal-hal yang harus dibahas, apa saja tawaran-tawarannya yang tidak bisa disampaikan di sini,” ujarnya saat ditemui usai rapat pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam.Meski begitu, keponakan Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin itu optimistis pertemuan tersebut dapat terwujud. Sebab, dia menilai Yahya sebagai sosok yang berbesar hati untuk mencari solusi terbaik bagi PBNU.Baca juga: PBNU Bakal Gelar Rapat Gabungan Pekan Ini, Bahas Jadwal Muktamar 2026“Saya yakin insya Allah beliau bersedia. Beliau orang besar, beliau pasti berbesar hati. Saya yakin Gus Yahya orang besar, putra kiai besar, cucu kiai besar. Beliau pasti berbesar hati untuk bisa bertemu mencari solusi bersama,” tutur Zulfa.Dalam kesempatan itu, Zulfa juga menegaskan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk mereka yang berbeda pandangan di internal PBNU untuk mencairkan ketegangan.“Banyak, sudah. Ya, kami sudah komunikasi dengan para pihak yang kemarin-kemarin terjadi perbedaan pendapat, ya, friksi-friksi,” ujarnya.Menurut Zulfa, komunikasi intensif itu dilakukan untuk menemukan solusi bersama demi mengembalikan solidaritas PBNU.Baca juga: Profil KH Zulfa Mustofa, Keponakan Maruf Amin yang Jadi Pj Ketum PBNU“Ya, kita sedang mencari formula untuk menjadi titik temu yang kemudian bisa saling menerima, the win-win solution di antara kita semua,” kata keponakan Wakil Ma’ruf Amin itu.Ketika dimintai tanggapan soal kemungkinan Gus Yahya menempuh langkah hukum terkait polemik posisi pucuk pimpinan PBNU, Zulfa menyatakan tidak meyakini hal tersebut akan terjad.“Ya, saya enggak yakin beliau akan melakukan. Oke,” singkatnya.Dalam kesempatan yang sama, Rais Syuriah PBNU M Nuh menegaskan bahwa pihaknya tidak khawatir akan terjadinya dualisme kepengurusan di tubuh PBNU.Pasalnya, Rais Syuriah PBNU meyakini Zulfa mampu melakukan pendekatan-pendekatan dan menyatukan kembali kubu yang berseberangan.“Insya Allah tidak. Insya Allah. Insya Allah,” ujarnya.Baca juga: Konflik PBNU: Gus Yahya Diberhentikan, Zulfa Mustofa Jadi Pj KetumTerkait rencana kubu Gus Yahya yang juga akan menggelar rapat pleno pada 11 Desember 2025, Nuh mengatakan bahwa hal itu tidak menjadi persoalan.
(prf/ega)
Jadi Pj Ketum PBNU, Keponakan Ma’ruf Amin Tawarkan Gus Yahya Bertemu
2026-01-12 05:30:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 04:16
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 03:18










































