- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab gempa M 4,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dan sekitarnya pada Rabu pukul 02.48 WIB.Guncangan itu berasal dari aktivitas Sesar Sumani, salah satu sesar aktif yang membentang di kawasan Danau Singkarak.Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menyampaikan bahwa gempa tersebut termasuk gempa dangkal yang bersumber dari pergerakan sesar lokal.Baca juga: Kalimantan Bukan Zona Aman, Ini Jejak Gempa dan Sesar Aktif Versi BMKG“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi dangkal akibat adanya aktifitas Sesar Sumani,” ujar Suaidi dalam keterangan resminya, Rabu.BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 0,99° LS dan 100,71° BT, atau sekitar 18 kilometer barat daya Kabupaten Solok.Gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer.Baca juga: Gempa M 4,7 Guncang Solok Sumbar, Getaran Terasa hingga Padang dan SawahluntoBaca juga: Mengapa Kalimantan Tak Sepenuhnya Aman dari Gempa? Ini Penjelasan BMKGBerdasarkan peta guncangan, getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa daerah.Warga di Kabupaten Solok merasakan guncangan pada skala III–IV MMI, yang berarti getaran terasa jelas di dalam rumah dan membuat jendela atau pintu berbunyi.Guncangan lebih ringan dirasakan di Padang dan Solok pada skala II–III MMI, sementara wilayah Sijunjung dan Sawahlunto mencatat intensitas I–II MMI.Hingga kini, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.Baca juga: Kalimantan Bukan Zona Aman, Ini Jejak Gempa dan Sesar Aktif Versi BMKGcanva.com Ilustrasi gempa bumi.Suaidi menambahkan bahwa setelah gempa utama, terjadi satu gempa susulan berkekuatan M2,1 pada pukul 03.11 WIB.Aktivitas ini dipantau sebagai rangkaian wajar dari pergerakan sesar yang memicu gempa utama.BMKG memastikan gempa darat ini tidak berpotensi tsunami karena episenter berada jauh dari laut dan mekanismenya tidak berpotensi memicu pergeseran kolom air laut.BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan mengutamakan informasi dari kanal resmi.“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” kata Suaidi.Baca juga: Kalimantan Bukan Zona Aman, Ini Jejak Gempa dan Sesar Aktif Versi BMKG
(prf/ega)
Penyebab Gempa Solok M 4,7 Hari Ini dan Daerah yang Merasakannya
2026-01-12 06:40:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:34
| 2026-01-12 06:23
| 2026-01-12 06:23
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 04:47










































