- Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) disiapkan untuk memotret seluruh kegiatan usaha nonpertanian di Indonesia, termasuk sektor ekonomi kreatif yang tumbuh pesat berkat dorongan generasi muda.SE2026 akan menghimpun data lengkap mengenai jumlah dan sebaran pelaku usaha ekonomi kreatif di berbagai subsektor, skala usaha mikro hingga besar, serta pemanfaatan teknologi digital oleh para pelaku usaha di seluruh wilayah Indonesia.Pendataan ini dinilai penting seiring pesatnya perkembangan sektor ekonomi kreatif dalam satu dekade terakhir.Baca juga: Ekonomi Kreatif di Jawa Tengah Tumbuh PesatBadan Pusat Statistik (BPS) melalui keterangan resminya yang diterima Kompas.com, Senin , menjelaskan bahwa hasil SE2016 telah menandai awal kebangkitan industri kreatif di berbagai daerah. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan signifikan sejumlah subsektor ekonomi kreatif, seperti kuliner, fesyen, dan kriya, dengan didominasi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang banyak tumbuh di wilayah perkotaan.Namun, perkembangan ekonomi kreatif saat ini dinilai jauh lebih kompleks dibandingkan satu dekade lalu. Usaha berbasis platform digital, industri game, animasi, hingga maraknya brand fesyen lokal belum tercatat dalam SE2016.Baca juga: Komdigi Tegur 25 Platform Digital, Ada Nama Induk ChatGPTSektor ekonomi kreatif tumbuh impresif berkat kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, media sosial, dan perubahan gaya hidup untuk menciptakan usaha-usaha baru yang kreatif, adaptif, dan kompetitif.Mereka tidak hanya mengejar peluang ekonomi, tetapi juga menjadikan kreativitas sebagai identitas. Banyak usaha kreatif dimulai dari kamar tidur, studio sederhana, co-working space, atau komunitas hobi.Dengan dukungan media sosial, para pelaku usaha muda mampu menjangkau pasar lebih luas tanpa memerlukan modal besar untuk membuka toko fisik. Model bisnis ini membuat roda ekonomi kreatif berputar lebih cepat dan fleksibel dibandingkan sektor tradisional yang membutuhkan infrastruktur besar.Baca juga: Inovasi Blockchain Jadi Arah Baru Pengembangan Ekonomi KreatifKemampuan generasi muda dalam beradaptasi dengan teknologi merupakan salah satu pendorong utama pesatnya pertumbuhan ekonomi kreatif.Dalam banyak kasus, keputusan bisnis generasi muda dipengaruhi oleh tren global, pola konsumsi digital, dan kemampuan memanfaatkan data dari platform pemasaran.Fenomena seperti maraknya konten kreator, toko daring produk lokal, brand streetwear, hingga komunitas game online menunjukkan perpaduan antara kreativitas dan teknologi dalam membentuk model bisnis baru.Seluruh perkembangan tersebut belum terpetakan secara komprehensif dalam SE2016. Oleh karena itu, SE2026 dibutuhkan untuk menyediakan data yang lebih akurat, mutakhir, dan menyeluruh.Baca juga: SE2026 Petakan Kesenjangan Transformasi Digital di Dunia UsahaMelalui SE2026, BPS akan memperoleh gambaran terkini mengenai jumlah dan sebaran pelaku usaha kreatif di seluruh Indonesia, karakteristik usaha, pemanfaatan teknologi, tenaga kerja yang terlibat, hingga tantangan yang dihadapi para pelaku.Data yang dikumpulkan melalui SE2026 diharapkan mampu mengidentifikasi subsektor kreatif yang tumbuh paling cepat dan daerah yang menjadi pusat aktivitas pelaku kreatif muda.
(prf/ega)
SE2026 Akan Potret Ekonomi Kreatif, Peran Generasi Muda Jadi Sorotan
2026-01-12 04:50:47
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:58
| 2026-01-12 04:56
| 2026-01-12 04:25
| 2026-01-12 03:06










































