Jokowi Bertemu Mantan PM Singapura Lee Hsien Loong, Berbincang Santai Tukar Cerita

2026-02-02 15:54:57
Jokowi Bertemu Mantan PM Singapura Lee Hsien Loong, Berbincang Santai Tukar Cerita
Jakarta - Presiden RI ketujuh Joko Widodo atau Jokowi melakukan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, Kamis . Pertemuan digelar disela-sela kunjungan Jokowi ke Singapura."Pagi ini di Singapura, saya bertemu dengan Senior Minister Singapura, Lee Hsien Loong," ujar Jokowi melalui akun Instagram resminya @jokowi, Kamis .Pertemuan berlangsung hangat, di mana, kedua mantan pemimpin negara saling berjabat tangan. Senyum sumringah terlihat dari wajah Jokowi dan Lee Hsien Loong saat bertemu.AdvertisementKeduanya kompak mengenakan kemeja batik bewarna cokelat. Jokowi juga menyempatkan makan siang bersama.Jokowi menyampaikan bahwa dirinya dan Lee Hsien Loong saling bertukar pandangan mengenai perkembangan Indonesia-Singapura. Keduanya juga membahas peluang Indonesia-Singapura memperkuat persahabatan."Kami berbincang santai sekaligus bertukar pandangan mengenai kontribusi bagi perkembangan kedua negara dan peluang memperkuat persahabatan Indonesia-Singapura ke depan," jelas Jokowi.Sebelumnya, Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi bertolak ke Singapura, Selasa 18 November 2025. Ada pun kunjungan Jokowi ini untuk menghadiri Bloomberg New Economy Forum yang akan digelar pada 19-21 November 2025."Bapak Joko Widodo telah tiba di Singapura untuk menghadiri undangan Bloomberg New Economy Forum," kata Ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah saat dikonfirmasi, Selasa 18 November 2025. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-02 15:44