Cerita Polantas Angkat Ban Pemotor Ngeyel Lawan Arah di Cibinong

2026-01-30 20:01:52
Cerita Polantas Angkat Ban Pemotor Ngeyel Lawan Arah di Cibinong
Aksi polisi lalu lintas (polantas) yang mengangkat ban motor pemotor ngeyel maksa melawan arah viral di media sosial (medsos). Peristiwa tersebut terjadi jalur satu arah belakang Pasar Cibinong, Bogor, Jawa Barat (Jabar).Sosok polisi dalam video viral adalah Bripka Nanda Rizwan, anggota patwal Satlantas Polres Bogor. Pria kelahiran Bogor ini menyebut momen itu terjadi ketika sedang patroli rutin, pada Senin (24/11) pagi."Jadi kita memang arahan dari pimpinan, dari Pak Kapolres, dari Pak Kasat Lantas, kita ada patroli rutin dilaksanakan dengan tujuan salah satunya untuk mengurangi pelanggaran-pelanggaran kasat mata seperti lawan arah, nggak pakai helm. Jadi untuk mengurangi juga angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Bogor," kata Bripka Nanda ketika dihubungi detikcom, Selasa (2/12/2025).Ketika tiba di lokasi, kata Nanda, ia mendapati sejumlah pemotor melawan arah dan langsung menghalau. Beberapa pemotor memutar balik setelah diberi aba-aba menggunakan tangan, tetapi satu pemotor tampak tetap ngeyel memaksa melawan arah."(Pemotor) Yang lain tuh berhenti, menepi, ada yang muterin motor segala macem. Nah, motor merah ini malah nge-gas, otomatis saya turun. Makanya sebelum dia lewat samping motor saya, saya langsung turun tuh. Saya pikir dia bakal berhenti, ternyata nggak," kata lulusan Pendidikan Bintara 2006 ini."Dia malah ngegas kan, makanya saya tahan tuh depannya tuh, pakai tangan. Saya minta putar motor, malah ketawa-ketawa itu orangnya. Makanya saya angkat itu ban depannya, refleks saya angkat (ban depan motor), saya putar ke arah yang benar," lanjutnya.Nanda mengaku menaruh perhatian terhadap pelanggar yang melawan arah di jalan raya. Jenis pelanggaran ini, kata Nanda, paling banyak dikeluhkan masyarakat karena membahayakan diri sendiri, orang lain hingga menimbulkan kecelakaan."Karena kan pelawan arah ini sekarang agak meresahkan masyarakat juga nih. Kalau misalkan orang lain nggak pakai helm atau istilahnya bonceng tiga atau apa, mereka (masyarakat) tidak terlalu peduli lah, cuma kalau sudah lawan arah, masyarakat agak concern ya, karena kan itu bisa ngebahayakan orang lain juga," kata Nanda."Makanya sekarang kita juga, terutama saya, concern untuk yang lawan arah-lawan arah ini. Minimal dengan adanya video-video saya itu minimal orang mengurangi lah yang tadinya mau lawan arah," imbuhnya. Nanda menyebutkan, banyak terekam dalam video pelanggar lalu lintas mau mengurungkan niatnya karena melihat petugas. Nanda berharap masyarakat mau tertib berlalu lintas bukan alasan takut ditilang, melainkan menghindari kecelakaan bagi diri sendiri dan orang lain."Keinginan kami, ya terutama saya, kalau bisa masyarakat itu jangan takut ditilang, tapi takut kecelakaan. Karena kalau takut ditilang atau takut polisi, di mana nggak ada polisi, mereka akan melakukan pelanggaran," kata Nanda."Tapi kalau masyarakat ini sudah berpikir, saya kalau lawan arah nanti tiba-tiba kecelakaan, saya ketabrak, saya cacat, saya meninggal, ah mendingan nggak jadi deh lawan arah. Lebih jauh sedikit nggak apa-apa, tapi lebih aman, kan begitu kan prinsipnya," imbuhnya.Diberitakan sebelumnya, aksi pemotor ngeyel viral karena memaksa melawan arah meskipun ada petugas kepolisian yang sedang berpatroli. Pemotor tanpa helm itu dioutar paksa dengan cara diangkat ban depan motornya ke arah yang benar.Peristiwa tersebut terjadi di belakang Pasar Cibinong, Bogor pada Senin (24/12) lalu. Jalur tersebut merupakan jalur satu arah untuk pengendara. Tonton juga video "Viral Pelatih Taekwondo Dipukul Pemotor Lawan Arah di Jaksel"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-30 18:27