Anxiety & Overthinking? BPJS Sekarang Tanggung Mental Health Juga Loh

2026-01-12 11:21:30
Anxiety & Overthinking? BPJS Sekarang Tanggung Mental Health Juga Loh
JAKARTA, - Ada kabar baik untuk para generasi muda yang ngerasa kalo layanan kesehatan mental tuh mahal.Tetapi, enggak usah kawatir lagi sekarang BPJS kesehatan resmi menanggung pemeriksaan dan pengobatan terkait masalah kesehatan mental, termasuk gangguan kecemasan, depresi dan burnout yang sering dialami nih sama para Gen Z.Keputusan ini disambut baik oleh Gen Z yang peduli terhadap kesehatan mental dan sering ngerasa burnout.Menurut Nakeisha, salah seorang Gen Z, faktor pekerjaan dan ngeliat pencapaian orang itu ngaruh banget loh jadi burnout.Baca juga: Kamu Bisa Tenang, Mental Health Dijamin BPJS Kesehatan“Biasa karena tuntutan numpuk, jadwal padet, sama kerja di luar passion. apalagi kalau tiap hari lihat achievements orang lain, jadi makin ngerasa harus ngejar terus capek sendiri," kata Nakeisha.Para Gen z ini juga berkomentar nih soal BPJS itu menanggung urusan kesehatan mental, menurut Nakeisha, hal ini tuh bagus banget karena orang jadi mudah untuk konsultasi tanpa harus mikirin biaya.“Menurut gue itu bagus banget, soalnya bisa ngebantu orang yang butuh tapi sering kehalang biaya. jadi aksesnya makin kebuka dan orang ga harus nahan ke psikolog cuma karena mahal," ujar dia.Sementara itu, Gen Z lain, Dimas, menilai layanan ini sangat membantu tanpa perlu kawatir biaya yang tinggi.Baca juga: Hakim MK Tanyakan Maksud Dalil Mental Health dalam Gugatan Hak Pensiun untuk DPR"Menurut gua itu langkah yang bagus. Mental health tuh real, sama pentingnya kayak kesehatan fisik. Kalau ada BPJS cover, orang jadi punya akses ke support profesional tanpa worry soal biaya," kata Dimas.Psikolog Rizky Putri Hutagalung menilai layanan BPJS Kesehatan ini sudah cukup baik, meski belum lengkap di beberapa fasilitas layanan kesehatan."Misalnya secara alur, sudah jelas, lewat faskes 1, diakui, dijamin, akses tersedia. Tapi memang belum semua faskes 1 menyediakan akses ini. Umumnya baru tersedia di faskes 1 di perkotaan. jadi kalau ada faskes 1 yang layanan kesehatan mental nggak tersedia di sana, baru mendapat rujukan ke fasilitas lanjutan," kata Rizky.Baca juga: Love-Hate Relationship Gen Z dengan BPJS, Ngebantu atau Bikin Ribet?Rizky menyebutkan, Gen Z  memang cukup peduli terhadap kesehatan mental dan mereka gampang untuk dapat informasi melalui sosmed, tetapi banyak juga Gen Z yang self claim karena menonton konten kesehatan di sosmed.Menurut Rizky, para Gen Z mestinya tidak perlu buru-buru memberi label buat diri sendiri.Ia menyebutkan, perasaan cemas, capek, overthinking, atau overwhelmed itu manusiawi banget, dan nggak selalu berarti ada gangguan klinis di baliknya."Kalau gejalanya terus muncul, mengganggu aktivitas, atau membuat hari-hari kamu terasa berat, itu saat yang tepat utk datang dan konsultasi ke profesional, bukan langsung mengambil kesimpulan sendiri," kata Rizky.Baca juga: Demi Mental Health, Erick Thohir Ingin Karyawan BUMN Libur 3 Hari dalam Sepekan


(prf/ega)