Audiensi dengan LASQI, Fadli Zon Dorong Riset dan Pembinaan Qasidah

2026-01-16 03:28:12
Audiensi dengan LASQI, Fadli Zon Dorong Riset dan Pembinaan Qasidah
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya pembentukan ekosistem qasidah di Indonesia. Ia menilai qasidah memiliki sejarah panjang dalam kebudayaan Nusantara namun belum tercatat sebagai WBTB.Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Audiensi tersebut membahas penyelenggaraan Lasqi Nusantara Fest 2025 di Kabupaten Bogor sekaligus upaya mendorong qasidah agar dapat diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia."Kita memiliki 2.231 WBTB Indonesia, dan qasidah, yang sangat pantas untuk diangkat sebagai WBTB, ternyata belum masuk. Kita memang juga perlu mendorong pengembangan Islamic art seperti seni lukis, monumen, instalasi, maupun musik, termasuk qasidah ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu .Ia menambahkan perlunya riset, pembinaan, dan sentuhan kreatif agar qasidah tetap hidup dan relevan."Qasidah memiliki rekam sejarah yang kuat dan audiens yang besar. Karena itu perlu ada penelitian, workshop, dan pembinaan agar qasidah terus hidup dan relevan," kata Fadli."Kita perlu bentuk ekosistemnya, seperti melalui lokakarya, laboratorium, pelatihan, dan wadah kreasi," tambahnya.Ketua Umum DPP LASQI, Jazilul Fawaid, menyampaikan apresiasi terhadap program Kementerian Kebudayaan serta menekankan pentingnya pelestarian qasidah yang mulai mengalami pergeseran di masyarakat."Kami berterima kasih atas program-program Kementerian Kebudayaan yang terus mengedukasi dan memperteguh jati diri bangsa. Satu hal yang ingin kami titipkan adalah terkait pelestarian qasidah. Di kampung-kampung, setiap ada kegiatan keagamaan selalu ada qasidah. Namun, kini mulai bergeser dan karena itu kami ingin qasidah dicatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia," ujar Jazilul.Jazilul juga menjelaskan bahwa LASQI akan menggelar Lasqi Nusantara Fest 2025 pada awal Desember di Lapangan Tegar Beriman Bogor, menghadirkan sekitar 10.000 penyanyi dan grup qasidah dari seluruh Indonesia."Qasidah ini bagian dari seni kebangsaan, bukan hanya milik umat Islam. Kami ingin menghidupkan kembali qasidah secara lebih serius," katanya.Festival Qasidah Nasional Digelar di BogorKetua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Lukmanudin Ar Rasyid, menyebut festival akan berlangsung di beberapa lokasi, termasuk Lapangan Tegar Beriman dan Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor. Rangkaian kegiatan meliputi Festival Qasidah Rebana Klasik, Festival Bintang Vokalis Gambus, Festival Pop Religi, hingga Festival Qasidah Kontemporer.Selain itu, ada pemecahan rekor MURI menyanyikan lagu qasidah terbanyak, Lasqi Nusantara Expo, serta Rapimnas yang akan menjadi forum untuk mengusulkan qasidah sebagai WBTB Indonesia.Dalam audiensi ini, Kementerian Kebudayaan membuka peluang kolaborasi dengan LASQI melalui sejumlah program seperti Dana Indonesiana, Belajar Bersama Maestro, Gerakan Seniman Masuk Sekolah, serta integrasi qasidah dalam ekosistem seni yang sedang dikembangkan pemerintah.Sebagai informasi, audiensi turut dihadiri Sekretaris Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Judi Wahjudin; Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana; serta pengurus LASQI dari tingkat pusat hingga daerah. Tonton juga video "49 Tokoh Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Ada Soeharto hingga Marsinah"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-16 02:11