Mentan Amran Targetkan Produksi Beras Tahun Depan 34,77 Juta Ton

2026-01-11 04:07:54
Mentan Amran Targetkan Produksi Beras Tahun Depan 34,77 Juta Ton
JAKARTA, - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan produksi beras nasional tahun 2026 naik menjadi 34,77 juta ton, naik dari target tahun 2025 sebesar 33 juta ton.Target itu Amran ungkapkan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait evaluasi pelaksanaan anggaran 2025 dan rencana program kegiatan tahun 2026.Amran menuturkan, dalam rancangan program prioritas Kementan tahun 2026, pemerintah fokus pada peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis seperti telur dan susu sapi.“Pada tahun 2026 Kementan menargetkan produksi komoditas utama sebagai berikut, beras 34,77 juta ton,” kata Amran di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin .Baca juga: Indonesia Siap Swasembada, Mentan Amran Halau Upaya Impor Beras IlegalSelain beras, Kementan juga menargetkan produksi jagung tahun mendatang 18 juta ton, naik dari tahun ini 16 juta ton.Kemudian, produksi aneka cabai 3,08 juta ton, bawang merah 2 juta ton, tebu 39,5 juta ton, kopi 986 ribu ton, kakao 633 ribu ton, kelapa 2,89 juta ton, daging sapi dan kerbau 514,07 ribu ton, daging ayam 4,34 juta ton, dan telur 7,75 juta ton.Pada kesempatan tersebut, Amran menuturkan capaian produksi beras nasional tahun 2025, kata Amran, sudah mencapai 34,77 juta ton.Jumlah itu naik 13,54 persen dari target yang diberikan sebesar 32 juta ton. “Jadi ada kenaikan 2,7 juta ton dari target yang diberikan,” ujar Amran.Menurunnya produksi beras nasional itu bahkan lebih tinggi dari proyeksi United States Department of Agriculture yang menyebut produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024-2025 mencapai 34,6 juta ton. “Juga FAO memprediksi beras kita 35,6 juta ton pada 2025,” tuturnya.Sementara, produksi jagung nasional sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 16,55 juta ton, naik 9,34 persen dibanding 2024.Menurutnya, berkat kerja sama semua pihak, Indonesia pada 2025 tidak lagi mengimpor jagung untuk kebutuhan pakan. “Untuk pakan tidak impor jagung,” ujar Amran.Adapun Kementan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2026 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendapatkan alokasi pagu 40,145 triliun.Anggaran itu bakal digunakan untuk program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas Rp 23,81 triliun; nilai tambah daya saing industri Rp 6,623 triliun; pendidikan dan pelatihan Rp 509,4 miliar; serta dukungan dan manajemen Rp 8,95 triliun.Baca juga: Kementan Temukan 250 Ton Beras Impor Ilegal di Sabang


(prf/ega)