SURABAYA, - Operasi modifikasi cuaca dilakukan instansi gabungan selama 5 hari di langit Gunung Semeru.Dalam operasi tersebut, setidaknya 9 ton garam telah disebar. Modifikasi cuaca ini untuk mendukung penanganan dampak erupsi Gunung Semeru.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Subroto, mengatakan pihaknya khawatir jika terjadi cuaca ekstrem, akan ada potensi material susulan dari atas Gunung Semeru."Kita khawatir jika cuaca ekstrem akan ada potensi material susulan dari atas Gunung Semeru," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Subroto, dikonfirmasi pada Minggu .Baca juga: Status Gunung Semeru Turun dari Awas ke SiagaPihaknya sedang membangun tanggul dan sudetan untuk jalan lahar dingin di sejumlah lokasi.Operasi modifikasi cuaca dilakukan oleh tim gabungan BPBD Jawa Timur, BNPB, BMKG, dan Puspenerbal Juanda.Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam keterangannya menyebutkan bahwa operasi menggunakan Pesawat Cessna Caravan C208 Reg. PK-SNM dimulai sejak Rabu dan berakhir pada Minggu ."Setiap kali operasi mengangkut 1 ton bahan semai berupa garam atau NaCl. Sampai sekarang sudah 9 ton bahan semai yang terpakai," kata Khofifah.Sasaran tebar dalam operasi tersebut adalah ruang udara di wilayah perairan Selatan Jawa Timur, Selatan Malang, wilayah Barat Malang, Barat Gunung Semeru, Barat daya Gunung Semeru, dan Utara Gunung Semeru.Baca juga: Sekda Lumajang: Ada Pengungsi Siluman di Posko Pengungsian Gunung SemeruData sementara BNPB, menunjukkan bahwa lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru berada pada 3 desa di 2 kecamatan.Desa-desa terdampak yaitu Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.Terdapat 3 warga yang mengalami luka berat. Mereka telah dirujuk dan dirawat di RSUD Dr. Haryoto Lumajang.Sedangkan kerugian material terdiri dari 21 unit rumah rusak berat, serta 1 unit fasdik, faskes, dan gardu PLN yang masing-masing rusak berat.Baca juga: Seberapa Bahaya Letusan Sekunder Gunung Semeru?Selain itu, lahan pertanian seluas 204,63 ha juga rusak.Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru selama 7 hari, terhitung dari 19 hingga 25 November 2025.Status aktivitas vulkanik gunung ini berada pada level tertinggi, yaitu level IV (K15-11).
(prf/ega)
Langit Gunung Semeru Ditabur 9 Ton Garam, Modifikasi Cuaca Dukung Penanganan Dampak Erupsi
2026-01-11 22:43:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:22
| 2026-01-11 21:42
| 2026-01-11 21:21
| 2026-01-11 20:55










































