Prakiraan BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Deras Sepanjang 30 Desember-1 Januari 2026

2026-01-12 15:22:55
Prakiraan BMKG: Ini Wilayah Berpotensi Hujan Deras Sepanjang 30 Desember-1 Januari 2026
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca sepanjang periode tahun baru 2026.Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, pada periode 23 – 25 Desember 2025 terpantau kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.Hujan dengan intensitas sangat lebat tercatat di wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (104 mm/hari) dan di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan (114 mm/hari).Sementara itu, hujan dengan intensitas lebat terjadi di wilayah Banda Aceh, Aceh (99,6 mm/hari), Kabupaten Barito Utara, Kalimantan tengah (83,7 mm/hari), Kabupaten Kediri, Jawa Timur (69,8 mm/hari), Kota Surabaya, Jawa Timur (59,2 mm/hari), serta Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (54,1 mm/hari).Bagaimana cuaca dalam sepekan ke depan?Baca juga: Cuaca Ekstrem hingga Februari 2026, Ini Cara Cek Titik Banjir Pakai HPDilansir dari laman resminya, BMKG memprakirakan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal akan berperan signifikan dalam memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia hingga sepekan ke depan.Pada skala global, El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi mendukung peningkatan aktivitas konveksi dan pembentukan awan hujan.Sementara itu, pada skala regional, saat ini tercatat perbedaan tekanan udara sebesar +13.9 yang menunjukkan adanya perambatan seruakan dingin (cold surge) dari Asia menuju wilayah Indonesia.Nilai Cross-Equatorial Northerly Surge (CENS) yang saat ini terpantau  sebesar -5.3 juga berada pada kategori signifikan. Kombinasi dinamika tersebut diprakirakan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, terutama pada Tahun Baru 2026.Kondisi suhu muka laut yang hangat juga dapat meningkatkan potensi penambahan massa uap air di Pesisir barat dan timur Sumatra, perairan selatan Kepulauan Natuna, perairan di sekitar Kalimantan, perairan utara dan selatan Jawa, Teluk Cendrawasih, Teluk Bone, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda, dan Samudera Pasifik utara Papua.Selain itu, kombinasi antara Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator diprakirakan aktif di wilayah bagian utara dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Laut Jawa, Maluku, Papua Barat dan Papua Selatan yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.Siklon tropis Grant sendiri saat ini terpantau di Samudra Hindia selatan Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km/jam) dan tekanan udara minimum 997 hPa, dengan arah gerak ke Barat.Siklon tropis ini dapat berpotensi membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi), dan pertemuan angin (konfluensi) di wilayah Samudra Hindia Barat Bengkulu, Lampung, hingga selatan Banten.Sementara itu, bibit siklon tropis 96S terbentuk di Samudra Hindia Selatan NTB dengan kecepatan maksimum 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1008 hPa, dengan arah gerak ke barat.Bibit siklon tropis ini menginduksi terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di NTB dan NTT bagian selatan.


(prf/ega)