Truk Antre Belasan Jam di Bantargebang, DPRD Minta Sopir Difasilitasi Tempat Istirahat

2026-01-14 07:09:55
Truk Antre Belasan Jam di Bantargebang, DPRD Minta Sopir Difasilitasi Tempat Istirahat
JAKARTA, — Meninggalnya seorang sopir truk sampah bernama Yudi (51), yang diduga kelelahan setelah mengantre belasan jam di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, menuai sorotan luas.Peristiwa ini tak hanya menyentuh publik, tetapi juga mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta.Anggota Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut."Kami ingin mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kematian sopir truk sampah belum lama ini ketika mengantre di Bantargebang," ucap Bun saat dihubungi Kompas.com, Jumat .Baca juga: Di Balik Gunungan Sampah Bantargebang, 6.300 Pemulung Bertaruh Nyawa Demi HidupAntrean truk sampah yang berlangsung hingga belasan jam ini diketahui telah terjadi selama sekitar tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut memaksa para sopir bekerja jauh melampaui jam kerja normal, bahkan hingga 24 jam.Tak sedikit sopir yang tidak sempat pulang ke rumah untuk sekadar mandi atau bertemu keluarga, karena harus segera kembali mengangkut sampah dari Jakarta menuju Bantargebang.Atas kondisi itu, DPRD meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta meningkatkan sarana pendukung bagi para sopir yang berpotensi mengantre dalam waktu lama."Mess-mess tempat menunggunya harus dipastikan layak, kalau perlu disiapkan tempat menginap apabila para supir terpaksa harus bersinggah lebih lama lagi," ucap Bun.Bun juga menekankan pentingnya pengaturan ulang jam kerja sopir agar sesuai dengan beban kerja yang mereka jalani, demi mencegah kelelahan ekstrem yang berisiko mengancam keselamatan jiwa.Baca juga: Gas Metana hingga Bau Menyengat, Tekanan Lingkungan TPST Bantargebang Kian BeratSelain persoalan antrean, Bun turut menyoroti kondisi tumpukan sampah di Bantargebang yang disebut telah mencapai ketinggian setara gedung 16 lantai.Menurut dia, sampah yang terus menggunung berpotensi menimbulkan risiko serius, salah satunya longsor yang dapat mengancam keselamatan warga maupun para pekerja di kawasan TPST Bantargebang.Oleh karena itu, Bun meminta agar kekuatan tanggul di Bantargebang diperiksa secara berkala guna mencegah kemungkinan runtuhnya struktur penahan sampah.Jika ditemukan bagian yang mulai retak atau melemah, Pemprov Jakarta diminta segera melakukan perbaikan sebagai langkah mitigasi."Kalau ada yang sudah melemah dan mulai menunjukkan keretakkan jangan menunggu lama, bagian itu harus segera diperkuat lagi," kata Bun.Baca juga: Bantargebang Diprediksi Bertahan 6 Tahun Lagi, BRIN Usulkan Enam StrategiPara sopir truk mengungkapkan, hingga kini tidak tersedia tempat istirahat memadai di TPST Bantargebang, meskipun mereka harus menunggu belasan jam untuk membuang muatan. Bahkan, kematian Yudi disebut tidak membuat antrean menjadi lebih singkat.


(prf/ega)