Pria Jaktim Janji Bikin Lagu 'Manual' Ternyata Pakai AI, Korban Rugi Rp 100 Juta

2026-02-03 09:28:34
Pria Jaktim Janji Bikin Lagu 'Manual' Ternyata Pakai AI, Korban Rugi Rp 100 Juta
Fasal Hasan alias Luciano (50) jadi buron Polrestabes Semarang terkait kasus penipuan karya lagu dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dalam kasus ini, korban selaku pemesan lagu mengalami kerugian mencapai Rp 100 juta.Polisi mengatakan kasus itu bermula saat pelapor yang menggemari kesenian meminta pelaku untuk membuatkan lagu menggunakan alat musik manual. Permintaan itu disanggupi oleh Fasal. Namun Fasal justru menggunakan kecerdasan buatan (AI)."Pelapor meminta terlapor untuk membuat lagu menggunakan alat manual, tetapi ternyata dibuat menggunakan AI," kata Kanit Pidum Polrestabes Semarang, AKP Tri Harijanto saat dihubungi, seperti dilansir detikJateng, Rabu .Pelapor disebut mengetahui lagu yang dibuat Fasal merupakan buatan AI saat dirinya bercerita kepada teman-temannya. Tak hanya itu, pelaku juga disebut tak bisa memainkan lagu itu saat diminta tampil di salah satu hotel."(Tahu itu AI dari mana?) Pelapor sharing sama teman-temannya. Terus ketika diminta untuk menyanyikan lagu itu di hotel, band yang dibawa terlapor tidak bisa memainkan. Acakadullah," ujarnya.Belakangan terkuak, Fasal sebenarnya tak memiliki band. Tetapi dia mengundang beberapa temannya untuk membawakan lagu itu."Tidak punya band, tapi punya teman-teman di sekitarnya yang bisa diajak dan memang pegiat seni," kata dia.Tri menyebut korban membayar uang hingga Rp 100 juta kepada pelaku. "Kerugiannya mencapai sekitar Rp 100 juta," tegasnya.Baca selengkapnya di sini


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-03 09:12