Waka DPRD DKI Desak Solusi Permanen Atasi Penurunan Tanah di Area Rel KA Menteng

2026-01-15 07:09:45
Waka DPRD DKI Desak Solusi Permanen Atasi Penurunan Tanah di Area Rel KA Menteng
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan solusi permanen untuk mengatasi penurunan tanah yang terjadi di jalur KRL Manggarai-Sudirman. Desakan ini muncul setelah warga RW 09 Menteng, Jakarta Pusat, kembali mengeluhkan kondisi tanah yang terus amblas dan berpotensi memicu longsor di kawasan Ruang Manfaat Jalur (Rumaja) kereta.Baco mengatakan laporan warga soal penurunan tanah di Km 5+100 hingga Km 5+300 sudah berlangsung sejak lima hingga enam tahun terakhir. Namun, perbaikan yang diharapkan masyarakat tak kunjung terealisasi."Ini persoalan lama yang sebenarnya sudah sangat mendesak. Kami minta penanganannya bukan hanya sebatas pembersihan, tetapi harus ada langkah permanen untuk menjamin kestabilan tanah dan keamanan jalur," kata Baco dalam keterangan, Sabtu (22/11/2025).Menurut Baco, keluhan warga semakin menguat setelah tanah di sejumlah titik kembali turun dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pemukiman di sekitar rel. Dalam reses pekan lalu, warga RW 09 Menteng menyampaikan langsung kondisi tersebut kepada Baco.Menindaklanjuti laporan itu, politisi Golkar tersebut bertemu Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin untuk menyampaikan langsung keresahan warga. Baco mengapresiasi respons cepat PT KAI dengan jajaran manajemen yang langsung ke lokasi pada Jumat (21/11).Tim KAI bersama PT KCI dan pihak Kelurahan Menteng melakukan sejumlah tindakan awal seperti meninjau titik penurunan tanah serta membersihkan tumpukan sampah yang dinilai memperparah potensi longsor dan kebakaran."Alhamdulillah KAI merespons cepat begitu laporan kami sampai. Masyarakat sudah lama menunggu kepastian penanganan," ujarnya.Meski begitu, Baco menegaskan penanganan tidak boleh berhenti pada pembersihan sampah saja. Ia meminta perbaikan turap dan stabilisasi tanah bisa segera dijadwalkan agar risiko kerusakan tidak kembali terulang."Kami ingin ada solusi permanen. Ini menyangkut keselamatan warga dan operasional kereta. Jangan sampai dibiarkan menunggu sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.Di sisi lain, Baco juga mengimbau warga untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai tumpukan sampah yang dibuang sembarangan turut berkontribusi pada kerentanan tanah di sekitar jalur rel."Lingkungan yang aman harus dibarengi dengan lingkungan yang sehat. Kalau bersih, risiko longsor dan penyakit bisa ditekan," ucapnya.Baco memastikan DPRD akan terus mengawal perkembangan perbaikan di jalur tersebut hingga tuntas. "Selama ada keluhan masyarakat, pasti akan kami perjuangkan," ujarnya. Sebelumnya, KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta telah merespons laporan warga soal indikasi potensi longsor di petak jalan Stasiun Manggarai-Stasiun Sudirman. Selain itu, dilaporkan ada tumpukan sampah yang bisa memicu kebakaran.Jajaran manajemen KAI Daop 1 Jakarta bersama tim dari PT KCI dan Pemerintah Kelurahan Menteng menertibkan objek yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat sekitar maupun perjalanan kereta api. Executive Vice President (EVP) KAI Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan, mengingatkan pentingnya kondisi steril di titik Ruang Manfaat Jalur (Rumaja) KA."Dari hasil inspeksi, terlihat banyak tumpukan sampah warga yang dibuang di area terlarang Rumaja/Rumija. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat mengganggu perjalanan kereta api, memicu longsor, hingga menimbulkan kebakaran," kata Yuskal, Jumat (21/11).Potensi longsor itu didapati pada beberapa titik Rumaja KA di Km 5+100 hingga Km 5+300 pada petak jalan Stasiun Manggarai-Stasiun Sudirman. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Menteng Indrawan Prasetyo, Sekretaris Lurah Yulidawati, Ketua RW 09 Menteng Ahmad Amir, dan petugas PPSU.Tonton juga Video: Detik-detik Anjloknya KA Purwojaya, 2 Gerbong Belakang Keluar Rel[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-15 05:43