- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.Empat kabupaten dan satu kota di wilayah ini memang menawarkan banyak pilihan tempat wisata.Meski begitu, ada belasan lokasi wisata di DIY yang sudah dinyatakan masuk kategori rawan longsor.Kondisi ini kiranya perlu menjadi perhatian, terutama menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang diprediksi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.Lantas, mana saja tempat wisata di Yogyakarta yang masuk kategori rawan longsor?Baca juga: Daftar Kereta Api Rute Jakarta–Yogyakarta PP yang Dapat Diskon 30 Persen di NataruSekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) DI Yogyakarta, Lis Dwi Rahmawati, menjelaskan bahwa lokasi-lokasi wisata yang tergolong rawan longsor secara historis berada di kawasan dengan potensi bencana tinggi.Dispar DIY pun telah berkoordinasi dengan BPBD DIY, Satpol PP, dan pengelola wisata untuk meningkatkan keamanan pengunjung.Beberapa kawasan yang dikenal memiliki potensi longsor antara lain Gunung Merapi, Perbukitan Menoreh, dan Pegunungan Sewu.“Memang 3 wilayah itu sejak dulu rawan bencana. Kami sudah rutin melakukan koordinasi, apalagi di cuaca seperti sekarang. Namun menjelang libur panjang, koordinasi akan kami maksimalkan lagi,” ujar Lis saat dihubungi Kompas.com, Senin ./ANGGARA WIKAN PRASETYA Bukit Bintang di Gunungkidul, DI YogyakartaUntuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar 18 tempat wisata di Yogyakarta yang rawan terjadi tanah longsor:Baca juga: Daftar 34 Kereta dari Solo dan Yogyakarta yang Dapat Promo 30 Persen untuk NataruKepala BPBD DI Yogyakarta, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan pihaknya telah memasang sistem peringatan dini di sejumlah titik rawan longsor.“BPBD DIY telah memasang sistem peringatan dini di beberapa titik rawan, meningkatkan pemantauan lereng, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kalurahan dan pengelola desa wisata,” tutur dia.“Evaluasi teknis terus kami lakukan, mencakup kondisi tanah, drainase lereng, hingga stabilitas tebing pada jalur wisata yang berada di kawasan perbukitan,” sambungnya.Selain itu, BPBD DI Yogyakarta mengimbau kepada pengelola wisata untuk membatasi aktivitas saat curah hujan tinggi.Pihaknya juga mengimbau agar para pengelola wisata aktif melaporkan apabila ada pergerakan tanah di lokasi.“Kami mengimbau pengelola wisata untuk membatasi aktivitas saat curah hujan tinggi dan segera berkoordinasi dengan relawan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) apabila ditemukan retakan tanah atau peningkatan risiko di lapangan,” kata Ruruh.Baca juga: Muncul Awan Berwarna-warni di Atas Yogyakarta, BMKG Beri Penjelasan
(prf/ega)
18 Tempat Wisata di DI Yogyakarta Rawan Longsor, Mana Saja?
2026-01-12 10:36:08
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:06
| 2026-01-12 10:59
| 2026-01-12 09:16
| 2026-01-12 09:03
| 2026-01-12 08:56










































