Ini Lokasi Parkir untuk Jemaat Misa Natal Gereja Immanuel Jakarta

2026-01-12 12:05:03
Ini Lokasi Parkir untuk Jemaat Misa Natal Gereja Immanuel Jakarta
JAKARTA, - Sejumlah lokasi parkir sudah disediakan untuk para jemaat yang ingin merayakan ibadah Natal 2025 di GPIB Immanuel di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis .Kapolsek Metro Gambir Kompol Rezeki R. Respatih mengatakan, lokasi parkir kendaraan pertama untuk para jemaat berada di dalam GPIB Immanuel."(Lokasi parkir) di parkiran Gereja Immanuel sendiri," tutur Respatih saat diwawancarai Kompas.com, Kamis.Pengamatan Kompas.com di lokasi, gereja ini memang dikelilingi halaman yang cukup luas sehingga bisa menampung banyak kendaraan.Baca juga: 116 Personel Gabungan Jaga Perayaan Natal di Gereja Immanuel GambirNamun, untuk kendaraan yang masuk hanya diperbolehkan lewat pintu belakang di Jalan Pejambon, Jakarta Pusat.Setelah masuk lewat pintu belakang, mobil jemaat bisa parkir di samping dan depan gereja langsung.Sedangkan kendaraan motor bisa diparkir di area belakang gereja, samping kiri pos sekuriti.Namun, bagi jemaat yang memang kehabisan lokasi parkir, maka bisa memarkirkan kendaraannya di Stasiun Gambir yang berada persis di seberang gereja ini.Baca juga: Prabowo: Semoga Damai Natal Menyertai Semua, Mari Jadikan Masa Ini Sumber Pengharapan Bagi jemaat yang ingin parkir di Stasiun Gambir, jangan lupa untuk menyediakan kartu uang elektronik agar lebih mudah.Pada Kamis pagi sekitar pukul 08.21 WIB, para jemaat sudah mulai memenuhi area dalam gereja untuk menanti misa pertama yang akan digelar pukul 09.00 WIB.Misa pertama ini akan dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Pendeta Abraham Ruben Persang, dengan mengusung tema 'Allah Memulihkan Kehidupan Seluruh Ciptaan'.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 11:10