- Hingga hari ini, Senin , masih banyak kawasan terdampak banjir Sumatera yang masih membutuhkan bantuan, baik logistik, tenaga medis, juga obat-obatan.Hal ini membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menyurati dua lembaga resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu United Nations Development Programme (UNDP) dan UNICEF agar membantu penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh."Secara khusus Pemerintah Aceh resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF," kata Majelis Tinggi Aceh (MTA) dalam keterangan tertulisnya, Minggu , dilansir dari Kompas.com, Senin.MTA mencatat saat ini ada sekitar 77 lembaga dengan 1.960 relawan yang sudah berada di Aceh. Mereka adalah lembaga atau NGO lokal, nasional, dan insternasional."Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini," katanya.Kehadiran lembaga dan relawan diharapkan dapat terus memperkuat kerja-kerja kedaruratan dan pemulihan bencana yang sedang berlangsung hingga saat ini.Baca juga: Cerita Relawan yang Redakan Lapar di Bireuen dan Pidie: Dua Plastik Jambu Air Itu Langsung HabisSelain memikirkan kebutuhan medis dan air bersih, relawan juga memikirkan solusi pangan sehat yang praktis agar para penyintas bencana tidak tumbang karena sakit.Dan pilihan itu jatuh pada makanan retort.Salah satu relawan yang menginisiasi hal ini adalah Britania Sari, praktisi kemandirian pangan dan co-founder Ketumbarws."Mendonasikan makanan siap santap untuk penyintas bencana penting untuk kita upayakan dan usahakan, karena makanan ini dapat menjadi solusi sementara untuk daerah yang terisolir dan tidak terdapat dapur umum karena tidak tersedianya bahan pangan, listrik, air dan perlengkapan memasak," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu .Dengan mengajak kerja sama beberapa brand pangan sehat, Sari sudah mengirimkan ribuan paket makanan siap santap hasil teknologi retort.Terutama, makanan retort ini dikirim ke daerah bencana yang masih terisolir. Sedangkan daerah yang sudah terbuka aksesnya dan terletak di dekat pasar tradisional, mereka cukup membantu membuka dapur umum untuk digunakan sebagai pusat logistik di area pengungsian.Donasi makanan siap santap dengan teknologi retort itu berisi paket lengkap nasi, sayur, dan lauk pauk.Menu yang diolah didominasi menu khas Sumatera agar bisa cocok di lidah pengungsi.Menu ini adalah nasi, telur asin, gulai nangka, rendang, tongkol balado, ayam gulai, dan masih banyak lagi.Baca juga: Di Tengah Luka Bencana, Makanan Retort Hadir Jaga Gizi Para Penyintas Korban Banjir Sumatera
(prf/ega)
Apa Itu Makanan Retort yang Dikirim Relawan untuk Pengungsi Banjir di Sumatera?
2026-01-12 05:57:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:19
| 2026-01-12 04:56
| 2026-01-12 04:47
| 2026-01-12 04:24










































