Damkar Luruskan Kabar Pekerja Terjebak saat Kebakaran di PT Dua Kelinci Pati

2026-01-15 06:44:44
Damkar Luruskan Kabar Pekerja Terjebak saat Kebakaran di PT Dua Kelinci Pati
PATI, - Pemadam Kebakaran (Damkar) meluruskan kabar simpang siur soal adanya pekerja terjebak saat kebakaran hebat yang melanda gudang pabrik PT Dua Kelinci, Kabupaten Pati.Saat ini api berhasil dipadamkan dan pekerja dipastikan selamat.Api di PT Dua Kelinci sudah berhasil padam pada Selasa sekitar pukul 06.00 WIB, setelah lebih dari 10 jam proses pemadaman. Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Pati, Wahyu Widiatmoko memastikan situasi telah aman sejak malam pertama kejadian.Ia meluruskan bahwa para pekerja bukan terjebak di area gudang yang terbakar, melainkan berada di parkir belakang dan takut bergerak ke depan karena skala api yang masih besar.Baca juga: Kebakaran PT Dua Kelinci Pati: Nihil Korban Jiwa, 25 Unit Damkar Amankan Area Tengah“Bukan terjebak di dalam gedung yang terbakar, tapi di area parkir belakang. Sekitar jam 21.30 WIB, kami sudah memadamkan jalur keluar. Mereka bisa keluar, aman,” jelasnya.Api yang berkobar itu diketahui terjadi pada Senin sekitar pukul 19.30 WIB.Operasi pemadaman langsung dilakukan pada malam itu juga. Wahyu menegaskan bahwa api mulai terkendali tepat pada pukul 06.00 WIB.“Sejak jam 6 itu api sudah terkendali, setelah hampir semalam kami melakukan pemadaman. Setelah itu kami lanjut pendinginan. Sekitar jam 9, kami sementara menarik unit karena kondisi sudah stabil. Tim internal perusahaan siap menangani pemadaman sporadis,” ujarnya di depan lokasi pabrik.Lamanya proses pemadaman tak lepas dari karakter material bangunan gudang yang mengandung plastik dalam jumlah besar.Baca juga: Gudang PT Dua Kelinci di Pati Kebakaran Hebat, Sudah 2 Jam Pemadaman Masih BerlangsungBarang-barang itu menjadi ‘bahan bakar’ tambahan bagi si jago merah, membuat api sulit padam total dan menyisakan titik-titik panas sporadis, kepulan asap tebal, serta bara kecil yang muncul tak beraturan.Meski begitu, Wahyu menilai kondisi sisa api masih dapat diatasi oleh tim internal proteksi pabrik yang telah bersiaga.Operasi pemadaman pun berlangsung masif dan melibatkan kolaborasi lintas elemen hingga luar daerah.Total sekitar 30 unit mobil damkar dikerahkan, diperkuat armada pendukung dan suplai air dari berbagai pihak.Dukungan juga datang dari BPBD Kabupaten Kudus, PMI Kabupaten Kudus, serta ambulans dan personel pemadam dari Kabupaten Kudus.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-15 06:44