Anggota DPR Usul Sekolah Wajib Punya Psikolog Imbas Marak Kasus "Bullying"

2026-01-12 04:42:56
Anggota DPR Usul Sekolah Wajib Punya Psikolog Imbas Marak Kasus
JAKARTA, - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengusulkan agar setiap sekolah harus memiliki psikolog maupun konselor tetap.Hal tersebut disampaikan Lalu, menanggapi rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mewajibkan seluruh guru di sekolah menjalankan peran bimbingan konseling (BK), menyusul banyaknya perundungan (bullying) di sekolah.Menurut Lalu, keberadaan psikolog perlu diperluas lantaran bimbingan konseling bukan tugas yang dapat dijalankan tanpa bekal psikologis.“Guru memang harus membentuk karakter siswa, tetapi bimbingan konseling bukan tugas yang bisa dijalankan tanpa bekal psikologis. Karena itu, negara harus memastikan bahwa setiap sekolah memiliki psikolog atau konselor tetap," kata Lalu, dikutip dari siaran pers, Senin .Baca juga: Cucun Syamsurijal: Saya Mohon Maaf apabila Dianggap Menyinggung Profesi Ahli GiziLalu menyampaikan bahwa psikolog sekolah adalah pilar sistem pendidikan modern, bukan sekadar pelengkap.Dalam sistem pendidikan, guru dan psikolog harus berjalan berdampingan."Guru mengajar dengan hati, tetapi psikolog membantu menjaga agar hati anak tetap kuat. Tanpa sinergi keduanya, sekolah bisa menjadi tempat tekanan, bukan tempat pertumbuhan,” ujar Lalu.Terlebih, banyak negara maju telah mewajibkan adanya minimal satu psikolog atau konselor profesional untuk setiap 250 siswa.Sedangkan Indonesia masih sangat jauh tertinggal dalam hal ini.Oleh karenanya, ia meminta agar bimbingan konseling tidak boleh menjadi formalitas administrasi.Dalam pendidikan modern, bimbingan konseling harus menjadi ruang aman dan ruang penyembuhan, tempat siswa dapat berbicara tanpa rasa takut atau penilaian."Bimbingan konseling bukan ruang disiplin, tetapi ruang pemulihan psikologis. Anak-anak butuh ruang aman untuk bercerita, bukan ruang baru untuk dihakimi," tutur dia.Baca juga: Wakil Ketua DPR Cucun Syamsurijal Minta Maaf soal Polemik Respons Usulan Ahli GiziLalu juga menyoroti maraknya kasus perundungan dan meningkatnya angka bunuh diri pelajar yang harus dibaca sebagai alarm serius.Hal ini, kata Lalu, terjadi karena kegagalan sistem pendidikan di Indonesia.Sekolah tidak mampu membaca tanda-tanda krisis mental anak yang kehilangan jiwanya sebagai ruang tumbuh.


(prf/ega)