ACEH UTARA, - Abdul Muthalib berada di jalan Desa Pucok Alue, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Senin .Dia baru saja terpilih menjadi kepala desa itu.Tiga hari terakhir, desa itu terendam banjir. Sekitar 60 sentimeter badan jalan dan rumah warga terendam banjir.Dampaknya, 60 kepala keluarga terpaksa mengungsi di desa tersebut. Di kawasan ini tidak ada titik pengungsian.Namun, warga mengungsi ke rumah saudara lainnya. Sebagian rumah di kawasan itu tidak terendam banjir.Baca juga: 8 Daerah di Aceh Berstatus Darurat Bencana Banjir"Jadi, warga mengungsi ke rumah saudaranya," ucap Abdul Muthalib, Senin.Dia mengeklaim desa itu sebagai desa "penampung air". Pasalnya, saluran air dari desa tetangga berujung ke desa itu.Desa tetangga tersebut adalah Desa Gelumpang Samlako, Alue Bili Gelumpang, Alue Dama, dan Desa Biara.Dampaknya, setiap tahun desa itu terendam banjir. Namun, kali ini banjir hanya setinggi 60 sentimeter."Sekarang agak kurang sedikit. Kalau tahun sebelum-sebelumnya itu bisa satu meter ketinggian air. Kami ini desa penampung air," kata Abdul Muthalib.KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A Jalil mendatangi posko pengungsi korban banjir di Dua Uram Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu Dia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk melakukan normalisasi saluran pembuang sehingga air tidak tergenang di desa mereka dan langsung bisa menuju sungai.“Kalau tidak dilakukan normalisasi pembuang, normalisasi sungai juga, maka kami akan terendam selalu,” terangnya.Sementara itu, Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menyebutkan bahwa normalisasi sungai merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh dan Balai Sungai Sumatera I."Kami sudah mendata beberapa sungai yang perlu dinormalisasi. Mudah-mudahan terealisasi normalisasi sungai Aceh Utara tahun 2026 mendatang," terangnya.Dia menyebutkan, usulan normalisasi sungai telah dikirimkan ke Pemerintah Aceh dan Balai Sungai Sumatera I.
(prf/ega)
Melihat Desa Penampung Air di Aceh Utara, Harap Ada Normalisasi Sungai
2026-01-12 03:24:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 01:54
| 2026-01-12 01:49
| 2026-01-12 01:46
| 2026-01-12 01:38










































